Jalan Penghubung di Pante Weing Langkahan Amblas

author photoRedaksi
6 Des 2020 - 18:02 WIB

ACEH UTARA - Curah hujan yang lebat disertai angin kencang sejak Jum'at (04/12/2020) melanda sebagian besar wilayah di Aceh Utara. Dikabarkan ratusan titik vital masyarakat terimbas total akibat banjir.

Hasil observasi wartawan pada Sabtu (05/12/2020), ancaman banjir melanda Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Jalan lingkungan yang menghubungkan dua kabupaten itu terputus.

Menurut keterangan Geuchik setempat, Efendi melalui Mukhtar ketua pemuda gampong terkait, jalan yang terletak di Dusun Pante Weing dengan jumlah sekitar 250 orang itu terputus akibat digerus arus deras Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo.

"Akibat genangan air juga demikian, karena ancama longsor ini sudah lama tapi belum ada perhatian dari pemerintah terkait," ujar Mukhtar di lokasi kejadian, seraya menambahkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 Wib subuh tadi.

Akibat dari kejadian tersebut, jalan alternatif yang kerap digunakan oleh masyarakat antar dua kabupaten ini sudah putus total dan tidak bisa dilintasi lagi.

"Jika ini tidak segera ditanggapi serius oleh pemerintah, besar kemungkinan jalur sungai akan berpindah ke dusun Pante Weing, ratusan rumah masyaraakat kami dalam bahaya besar," lanjutnya cemas.

"Berkali-kali kami sampaikan kepada pemerintah jauh-jauh hari, namun sayangnya hingga hari belum ada jawaban," imbuhnya.

Masih Gampong Krueng Lingka, selain Dusun Pante Wieng, abrasi parah juga terjadi pada Dusun Keuden Macang. Mukhtar mengatakan, abrasi terus mengerus tebing sungai pemukiman masyarakat, sedangkan ancaman besar yang dicemas oleh Gampong yang berjulah penduduk sebanyak 7.000 jiwa kurang lebih termasuk jiwa santri dan satriwati dayah, dengan total KK sebanyak 268 KK itu juga pemukiman Dayah Ulama Kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Daud Ahmady (Abu Daud).

"Jika longsor ini tidak segera ditangani, kemungkinan besar, sungai akan berpindah dan pemukiman padat penduduk Pante Weing ini terancam, semoga pemerintah segera menurunkan tim untuk menanganinya," harap Mukhtar. [BAP]
KOMENTAR