Temukan Suaminya Meninggal, Aminah Ikut Meninggal Dunia saat Memeluk Jasad Suami

author photoRedaksi
26 Jul 2020 - 17:24 WIB

PIDIE - Aminah (50) Warga warga Gampong Baro Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, dikabarkan meninggal dinia saat memeluk jasad suami yang di temukan di kebun miliknya di Gamping setempat, diketahui keduanya meninggal akibat tersengat arus listrik.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasubbag Humas, IPTU Bustami Said,  S. H, menyebutkan, kejadian itu berawal saat Aminah bersama puterinya Linda maulida (18),  pada Sabtu (25/7) malam sekira pukul 21:00 WIB, datangi kebun mereka di Gampong Baro Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, untuk mencari suaminya Asnawi Puteh (68), karena tidak kunjung pulang ke rumah.

Namun sesampai di kebun Aminah bersama putrinya tidak melihat keberadaan suaminya di tempat tersebut. Bahkan anaknya mencoba memanggil-manggil, akan tetapi sahutan itu tidak terjawab, sehingga anak korban bersama ibunya duduk di gubuk, kemudian berusaha menghubungi korban melalui telefon genggam, tapi Handphone (HP) korban berbunyi namun tidak diangkat.

Selanjut anak korban berusaha menghubungi kembali dan mendengar suara HP dekat dengan gubuk yang mereka duduki.

Kemudian anak bersama ibunya mendekati suara HP, Betapa kagetnya mereka saat menemukan Asnawi Puteh sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat arus listrik.

"Saat melihat Suami sudah meninggal dunia, secara spontan Aminah langsung memeluk mendekat dan memeluk, hingga ikut tersengat oleh arus listrik dari kabel yang berada ditangan korban" ujar Bustami Said.

Setalah melihat kedua orang tuanya meninggal dunia, anak korban langsung menghubungi kakaknya. "Jarak antara rumah menuju ke kebun mencapai 1 KM," jelas Bustami Said.

Setelah menerima kabar itu, kakak korban langsung memberitahukan kepada warga. Selanjutnya masyarakat bersama personil Polsek Padang Tiji serta Tim Basarnas dengan menggunakan mobil ambulan langsung menuju tempat kejadian untuk mengevakuasi korban.
"Korban baru dapat evakuasi pada pukul 23.30 Wib, diakibatkan lokasi yang sulit dilalui dan licin karena hujan" demikian jelas IPTU Bustami. (Red)
KOMENTAR