S3 Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya di Aceh Utara

author photoCitizen Journalism
1 Jul 2020 - 21:12 WIB

ACEH UTARA - Sedekah Seribu Sehari (S3) merespons keberadaan pengungsi Rohingya yang didaratkan ke Aceh Utara, Rabu (24/6/2020).

Pada Senin (29/6/2020) Siang, Komunitas S3 mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya yang kini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Gampong Kuala Lancok, Kecamatan Stamtalira Bayu, Aceh Utara.

Nurul Aini yahya Korwil S3 Kota Lhokseumawe mengatakan, bantuan tersebut terdiri dari bahan pokok seperti beras dan air mineral serta makan siap saji seperti
Bubur kacang ijo, susu milo serta.

Selain makanan siap saji S3 juga menyerah Al Qur'an,masker, sayur mayur yang dibawa oleh S3 Aceh Tengah,Pakaian layak pakai sekaligus bahan cuci pakaian seperti rinso dan sabun lainnya. 

"Pengiriman bantuan dilakukan oleh tim S3 Lhokseumawe, S3 Pidie, S3 Bener Meriah dan yang S3 Nasional"

"Harapannya Semoga bantuan dari kami bisa berguna dan bermaafaat untuk saudara muslim rohingnya, aksi ini juga merupakan bagian dari kemanusiaan,  semoga S3 lhokseumawe kususnya bisa terus  berbagi sedekah, beramal untuk  kebaikan dalam membantu fakir miskin, dhuafa,Yatim dan orang-orang yang berhak menerimanya"kata Nurul Aini.
  
Nurul Aini menambahkan, lokasi penampungan pengungsi Rohingya telah diisolasi total oleh pemerintah setempat. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, perjalanan pengungsi Rohingya cukup panjang dan dikhawatirkan ada yang terinfeksi virus mematikan itu.

Seperti diketahui, Rabu (24/6) lalu, sebuah kapal terombang-ambing di perairan Aceh Utara.

Kapal itu memuat 94 warga Rohingya, Myanmar dengan rincian 15 orang laki-laki dewasa, 49 perempuan dewasa, dan 30 anak-anak.

Keberadaan mereka hingga ke lautan lepas hingga memasuki wilayah Indonesia bukan tanpa sebab, tetapi karena konflik kemanusiaan yang tak kunjung berakhir di negara mereka.

Kapal motor yang membawa 94 muslim Rohingya itu terlihat di perairan Aceh Utara, Rabu (24/6) siang.

Ketika ditemukan, kondisi kapal dalam keadaan kehabisan bahan bakar dan nyaris tenggelam. Para penumpangnya pun dalam kondisi ketakutan.

Kondisi itu terlihat oleh nelayan asal Aceh Utara. Permintaan untuk diselamatkan yang diisyaratkan penumpang kapal direspons oleh masyarakat yang akhirnya pengungsi Rohingya itu pun didaratkan.

Terdamparnya kapal yang mengangkut muslim Rohingya di Aceh bukan kali pertama.

Sebelumnya, pada 20 April 2018 sebanyak 79 warga Rohingya diselamatkan nelayan di Kabupaten Bireuen.

Kapal yang mengangkut 71 orang dewasa dan 8 anak-anak itu tiba di Aceh setelah mendapat penolakan oleh otoritas Thailand dan Malaysia.

Kapal motor yang membawa 94 muslim Rohingya itu terlihat di perairan Aceh Utara, Rabu (24/6) siang.

Ketika ditemukan, kondisi kapal dalam keadaan kehabisan bahan bakar dan nyaris tenggelam. Para penumpangnya pun dalam kondisi ketakutan.

Kondisi itu terlihat oleh nelayan asal Aceh Utara. Permintaan untuk diselamatkan yang diisyaratkan penumpang kapal direspons oleh masyarakat yang akhirnya pengungsi Rohingya itu pun didaratkan.

TerdamparnyaTerdamparnya kapal yang mengangkut muslim Rohingya di Aceh bukan kali pertama.

Sebelumnya, pada 20 April 2018 sebanyak 79 warga Rohingya diselamatkan nelayan di Kabupaten Bireuen.

Kapal yang mengangkut 71 orang dewasa dan 8 anak-anak itu tiba di Aceh setelah mendapat penolakan oleh otoritas Thailand dan Malaysia.

Mereka kemudian ditampung di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Bireuen.

Jauh sebelumnya,  pada 2015 kapal bermuatan pengungsi Rohingya yang lari dari negara mereka akibat kecamuk konflik juga sampai ke Aceh.
(RB)
KOMENTAR