Adil dalam Tindakan

author photoCitizen Journalism
6 Mei 2020 - 15:08 WIB

BENER MERIAH - Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P) Nasri mengatakan Kpd Media  Pemimpin  anggota, semuanya sama-sama manusia Jadi pemimpin bukan selalu tentang memerintah dan mengatur rencana Jadi pemimpin itu menjadi pengarah dan penengah(04/05/2020).

Islam agama yang sempurna tidak ada satu pun sisi kehidupan kecuali Islam telah memberikan panduan secara lengkap, termasuk dalam kehidupan sosial. Manusia tinggal menjalankannya.

Dalam kehidupan sosial, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mengatur, mengelola, mengendalikan, dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Tambah Nasri Sesungguhnya, masalah keadilan tidak hanya sebatas berhubungan dengan hukum semata tetapi hukum merupakan tonggak pertama yang harus ditegakkan agar masalah-masalah yang lain dapat diselesaikan dengan baik.

Berkaitan dengan sosok pemimpin, Nabi SAW bersabda, "Jika Allah menghendaki kebaikan suatu kaum, dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Allah jadikan harta benda di tangan orang-orang yang dermawan.

Namun jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum, Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang yang berakhlak rendah. Dijadikan-Nya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir." (HR ad-Dailami).

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, "Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (QS al-Qashash [28]: 26). Kedua, cerdas. Kecerdasan seorang pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya kualitas kecerdasan intelektual, melainkan juga kecerdasan dalam emosional dan spiritual. 

Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan beramal untuk persiapan sesudah mati (HR Tirmidzi) ,"Tutup Nasri. 
KOMENTAR