Muslim Syamsuddin: Tingkatkan Insentif Tenaga Medis Penanganan Covid-19

author photoRedaksi
21 Mar 2020 - 20:14 WIB

BANDA ACEH - Anggota DPRA Komisi V, Muslim Syamsuddin, ST, MAP,  meminta Pemerintah Aceh dan Kabupaten / Kota di Aceh untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan meningkatkan insentif tenaga medis, bagi dokter, perawat dan jajaran rumah sakit yang menangani pasien covid 19 (virus Corona).

Kepada media ini, sabtu, (21/3/2020), Muslim Syamsuddin menyebutkan, wabah virus Corona yang melanda dunia saat ini merupakan sebuah bencana, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization), untuk itu, sebut Muslim, Pemerintah Aceh perlu memberi perhatian dan penanganan khusus, sehingga penyebaran virus mematikan itu tidak tersebar luas, khususnya di Aceh.

Menurut Muslim, orang pertama paling rentan terjangkit virus Corona adalah tenaga medis yang menangani pasien Corona, karena mereka yang paling dekat dengan pasien. Untuk itu, Muslim meminta Pemerintah Aceh mengambil langkah strategis agar dapat meningkatkan perlindungan terhadap semua tenaga medis yang menangani pasien Corona, termasuk menambah insentif.

"Saya pikir, perlu perlindungan khusus terhadap tenaga medis yang menangani pasien terkait virus Corona, ini tidak berlebihan. Sebelumnya Bapak Presiden juga sudah menginstruksikan agar setiap tenaga medis mendapat perlindungan maksimal", ujar Muslim.

Selain itu, Muslim juga meminta kepada Pemerintah Aceh agar terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penyebaran virus Corona kepada masyarakat, dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan WHO.

"Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati, maka karenanya antisipasi sedini mungkin dengan sering mencuci tangan, terapkan social distancing, tidak menyentuh areal wajah dengan tangan kotor, gunakan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan  hidung,  jangan ragu untuk mendapatkan penanganan medis dan tingkatkan imunitas daya tahan tubuh".

Muslim menambahkan, Sebagai umat Islam, kita diwajibkan bertawakal dan tidak terlalu phobia dengan isu Corona, segala sesuatu sudah menjadi ketentuan azali. Namun demikian, kita dituntut untuk berusaha sebagaimana diperintahkan dalam agama.

"Menghadapi penyakit wabah seperti ini bukan hal baru, jauh sebelumnya, Rasulullah Muhammad Saw juga pernah memberi contoh teladan kepada para sahabatnya dalam menghadapi penyakit menular, salah satunya social distancing itu adalah caranya nabi". 

Didalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sebut Muslim, Nabi menerangkan tentang penyakit wabah. "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." 

Hadis Nabi tersebut, jelas Muslim, memberi isyarat dan pelajaran kepada kita untuk berusaha melakukan pencegahan dan menghindari dari wabah penyakit menular, seperti Pandemi virus Corona.

Pada kesempatan itu, Muslim juga sempat menyentil Pemerintah Aceh saat ini, yang belum maksimal dalam menangani pencegahan Pandemi Virus Corona.

"Saya menilai Pemerintah Aceh belum serius menangani pencegahan penyebaran wabah virus Corona, sebagai bukti, seharusnya pemerintah saat ini dapat membagi masker gratis kepada masyarakat, namun sangat disayangkan, jangankan masker gratis, untuk membeli saja, masyarakat masih susah mendapatkannya, alias langka". Imbuh Muslim. []
KOMENTAR