Jubir Gugus Tugas Bireuen Sebut Hingga 29 Maret 2020, jumlah ODP 31 orang

author photoM. Sulaiman
31 Mar 2020 - 00:02 WIB

BIREUEN- Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona (Covid -19) Bireuen, Husaini SH, MM menggelar Konferensi Pers yang berlangsung di Media Center bertempat dimeuligoe Bupati Bireuen, bertujuan untuk melakukan langkah dan upaya pencegahan wabah Senin (30/3/2020) sore.

Husaini SH,MM selaku Jubir Gugus Tugas Percepatana Penanggulangan Covid 19 Bireuen, menyampaikan dalam sambutan, Pemkab Bireuen telah melakukan sejumlah langkah dan upaya untuk penanggulangan wabah corona, diantaranya, telah menyediakan dua kamar isolasi di RSUD dr Fauziah Bireuen, dengan melibatkan dokter spesialis, dokter umum, perawat IDG, supir ambulance untuk percepatan penanganannya.

Terkait upaya preventif, Pemkab Bireuen telah melakukan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk, baliho, brosur, poster, siaran keliling, siaran radio, sosialisasi melalui audio visual dan videotron setiap pagi.

"Kita juga telah melakukan dan akan terus melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi, melakukan pemeriksaan atau pengecekan suhu tubuh, telah melakukan patroli oleh tim terkait, pembentukan tim gugus tugas kecamatan serta pembentukan posko induk Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19," kata Husaini, pria yang akrab disapa Abi itu.

Selain itu, Pemerintah juga telah mengeluarkan seruan bersama agar membatasi kegiatan di warung kopi, warung makan, tempat keramaian dan aktivitas lainnya yang mengumpulkan banyak orang.

Dan kegiatan yang dilaksanakan yaitu aktivitas cuci tangan dengan sabun dan pengadaan masker dan meliburkan sekolah serta melakukan patroli secara bergilir.

Terkait mengenai warga yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri, Husaini mengharapkan agar mereka disiplin melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta tak bercampur baur dengan orang lain.

"Terkait warga yang pulang dari luar daerah atau luar negeri, dilakukan pendataan oleh aparatur desa setempat, kemudian dipantau oleh pihak puskesmas," sebutnya.

Sementara itu, pada 29 Maret 2020, jumlah data, orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Bireuen, sebanyak 31 orang, dia juga meminta warga agar tidak panik namun harus tetap waspada.
Dan jika ada yang mengalami batuk, pilek apalagi sesak nafas segera laporkan ke PKM terdekat," kata staf Ahli Bupati Bireue itu.

Terkait persiapan tempat isolasi atau karantina di Gedung UPTB Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh di kawasan Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah, hal itu sesuai hasil rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19, rencananya pada selasa besok (31/3/2020) akan dilakukan gotong royong bersama untuk membersihkan lokasi tersebut.

"Setelah itu baru akan kita lakukan persiapan alat-alat dan sarana yang dibutuhkan, paling lambat minggu depan Insya Allah sudah bisa digunakan," sebut Husaini. 

"Juga Bapak Plt Bupati juga telah meminta kepada dinas terkait untuk menginventarisir kegiatan yang tidak mendesak untuk tidak dilaksanakan sementara waktu sesuai dengan surat erdaran," sebutnya.

Selain itu dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bireuen, Zamri, SE dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Bireuen,

Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menganggarkan Rp 4,6 miliar lebih dana untuk penanggulangan wabah corona (Covid-19) yang berasal dari pos dana tak terduga.

Dana akan digunakan untuk mengantisipasi serta penanggulangan wabah virus corona yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen.

Tampak hadir pada konferensi pers tersebut Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M.Kes, Plt Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani, Sekretaris Gugus Tugas, Zaldi AP, S.Sos dan Kepala BPBD Bireuen, Sudirman ST serta Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos.(MS)
KOMENTAR