Falevi Kirani Bantu Apadon Warga Mee Pangwa untuk berobat

author photoKherry Leib
9 Feb 2020 - 09:45 WIB

MEREUDUE - Anggota DPRA dari Partai Nasional Aceh (PNA) berjanji akan bantu biaya pengobatan serta memfasilitasi untuk keberlangsungan proses pengobatan salah satu warga Mee Pangwa,Tringgadeng Pidie Jaya.

Muhammad Rizal Falevi Kirani anggota DPRA  melalui handponenya Sabtu 9/2/2020 mengatakan dirinya akan membantu biaya pengobatan Saudara Abdurahman (Apa Do) yang mengalami patah tulang, Usus Buntu dan Ginjal karena yang bersangkutan sudah tidak memiliki biaya bahkan rumahpun satu - satunya tempat tinggal harus dia gadaikan.

"Saya secara pribadi akan membantu dan mendampinginya, karena tugas kita bersama untuk saling membantu dan peduli pada orang seperti ini,penderitaan Apa Do sungguh komplit Tulang patah, Usus Buntu, Ginjal, Istri meninggalkan dia bahkan rumah pun harus dia Gadaikan, pantas kita bantu, kata Anggota Dewan jebolan Partai Pimpinan  mantan Gubernur Irwandi di ruang inap Apado.

Menurut Falevi Pemerintah Aceh harus ada kepedulian pada Masyarakat miskin dalam hal biaya sehari - hari bagi mereka kepada Pemerintah Kabupaten pun diharapkan ikut memperhatikan warganya.

Abdurahman (Apado) Bin Ahmad (37)warga Mee Pangwa kecamatan Tringgadeng penderita penyakit yang sudah menahun sejak dirinya sakit Istripun meninggalkan dirinya sebatang kara.

Sebagaimana diceritakan sebelumnya Apa Do mengalami musibah patatang tulang karena ditabrak sepeda motor 6 tahun lalu terpaksa kakinya dipasang besi,dalam kondisi kaki belum sembuh dirinya harus mencari nafkah untuk makan sehari-hari.

Masih menurut dia kaki belum sembuh istri tercinta pun meninggalkan dia seorang diri derita lain juga datang secara tidak disadarinya kata Abdurahman (Apado)dia kena batu Ginjal dan harus segera dioperasi,hal itu pun dijalaninya.

Kaki belum sembuh,Istri pergi,Batu Ginjal datang,sekarang sudah menderita Usus Buntu itupun harus dioperasinya.

"Saya sangat menderita Kaki patah,batu Ginjal harus di Operasi,dan sekarang sudah dibilang Dokter Usus Buntu harus dipindahkan tempat Cebok (anus)itu sudah saya jalani tapi rasa perih dan sakit semakin hari makin bertambah makanya harus bolak balek ke Banda Aceh,tidak ada biaya tidak ada saudara yang membatu terpaksa Rumah saya Gadaikan" ujarnya dengan linangan air mata.

"Saya berharap perhatian dan bantuan pemerintah untuk meringankan beban saya,kemana harus saya pergi bila dirumah sakit tidak menampung saya lagi,bagaimana saya tembus (bayar Gadai)rumah sementara saya terbaring diranjang, Pada Pemerintah saya berharap ada kepeduliannya,pada YANG Kuasa saya memohon Penyembuhannya, tutup Apado sambil mengusap matanya. (KH)
KOMENTAR