DPRA Sosialisasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah

author photoRedaksi
4 Des 2019 - 15:43 WIB

LHOKSEUMAWE - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan sosialisasi Qanun Nomor 11/2018, tentang Lembaga Keuangan Syariah, Selasa (3/12) di Hotel Diana Lhokseunawe. Anggota Dewan Syariah Prof.Nazaruddin, dalam kegiatan tersebut menegaskan, tiga tahun setelah diundangkan qanun, seluruh lembaga keuangan konvensional di Aceh beralih ke sistem syariah. 

Sekretaris  DPRA, Suhaimi,  SH, MH dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Persidangan Rizal Fahlefi menjelaskan,  kegiatan sosialisasi, menyebar luas Qabun Nomor 11/2018 sebagai amanah dari isi Pasal-41 sampai Pasal-44 Qanun Nomor 5/2011, tentan tata cara pembentukan qanun.

"Dalam kegiatan di Kota Lhokseumawe,  Sekretariat DPR Aceh mengundang peserta yang berasal dari pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseunawe,  pimpinan Perbankan,  Pimpinan Jasa Keuangan Lainnya," jelas Rizal Fahlefi. 

Tujuan kegiatan tersebut untuk memotivasi para stake holder.  "Kami harapkan dalam kegiatan sosialisasi qanun Aceh ini dapat memberikan motivasi dan partisipasi semua stake holder dalam melaksanakan amanah dan mandat dari qanun ini," tambah Kabag Persidangan DPRA. 

Sementara itu, Anggota Dewan Syariah Aceh, Prof.Nazaruddin hadir sebagai pemateri Kegiatan  Sosialisasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 di Hotel Diana Lhokseumawe. Menurutbya, Qanun LKS telah diundangkan tahun 2018. 

Qanun syariat Islam yang mengatur lembaga keuangan, merupakan keinginan masyarakat Aceh sendiri. Menurut Nazaruddin,  selama ini masyarakat Aceh tidak nyaman bertransaksi dengan sistem tidak Islami. Sehingga  penerapan Qanun Nomor 11/2018, dalam masyarakat  berjalan lancar. 

Sementara itu, pada prinsipnya lembaga keuangan konvensional juga tidak mempermasalahkan ketika beralih ke syariah. "Hanya teknisnya saja yang terkendalan,  sementara pada prinsipnya tidak," tambahnya. 

Dewan Syariah telah berkomunikasi dengan kantor pusat sejumlah  lembaga keuangan di Jakarta. Namun permasalahan yang dungkap manajemennya,  pada prinsipnya tidak terkendala.(ZT)  
KOMENTAR