Benar Kah RS Regional Bireuen di Ujung Tanduk, Presiden BLC Menduga Esekutif dan Legislatif Ikut Menghambat

author photoM. Sulaiman
15 Des 2019 - 17:22 WIB

BIREUEN - Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Wilayah Kabupaten Bireuen kembali menggelar acara Bireuen Lawyer Club yang ke IV dengan tajuk "RS Regional Diujung Tanduk, Benarkah?", Sabtu,14/12/2019 malam


Pasalnya kegitan BLC bertajuk RS Rigional di ujung tanduk benarkah, yang digelar secara rutin oleh Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Bireuen. Yang menjadi pertanyaan publik ada apa dengan Esekutif dan Legislatif atas ketidak hadirannya, Presiden BLC Yusri, S Sos, atas ketidak hadirnya para esekutif dan legislatif untuk dapat dijelas dimana persoalan RS Rigional Bireuen sampai saat ini masih terhambat, sehingga atas ketidak hadir para Esekutif dan legislatif Presiden BLC sangat menduga esekutif dan legislatif ikut menghambatnya,


Presiden BLC Yusri,S.Sos Kepada Media TheAtjehNet. Com, Minggu (15 Desember 2019. Menyebutkan, kami semua sangat kecewa dan menduga mereka ikut menghambat proses Pembangunan RS Regional, atas tidak hadirnya beberapa yang berkepentingan dalam proses pembangunan RS Regional di Bireuen, Sebagian yang tidak hadir dengan berbagai alasan baik itu Pemerintah Daerah, DPRK Bireuen, Direktur Rs Fauziah Bireuen, Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dan Kepala BPN Bireuen. Sebut Yusri. 


"Itu bukan Contoh yang baik untuk di nampakkan kepada publik, seharusnya jika tidak hadir kepalanya, kan dapat mengirim perwakilan dari kantornya masing masing, dan pun surat sudah panitia antar dua minggu sebelum acara digelar, akibat banyak pihak yang tidak hadir maka sudah bisa kita nilai dan menduga yang bahwa semua lini "meukliep dan ikut menghambatnya" dalam proses percepatan Pembangunan RS Regional di Bireuen",ujarnya Yusri dengan nada geram.


Lebih lanjut Yusri mengatakan, perlu digaris bawahi, kami membuat acara Diskusi dengan mengangkat Tema "RS Regional Bireuen Di Ujung Tanduk, Benarkah ?, bukan berarti kami tidak setuju adanya RS tersebut, malah kami sangat mendukung dan setuju namun kami cuma ingin mengetahui dimana sebenarnya letak permasalahan terhambatnya. 


Persoalannya sudah 7 tahun lebih isu pembangunan RS Regional tidak kunjung di bangun, tujuh tahun bukan waktu sedikit untuk memproses hal administrasi, karena setiap proses adminitrasi itu membutuhkan anggaran, selama tujuh tahun proses itu berapa anggaran yang sudah menelanya.


"Maka kami berharap kepada pihak yang ada kepentingan dalam pembangunan RS regional tersebut supaya jangan saling mempertahankan ego, RS Rigional itu merupakan kepentingan rakyat bersama",terang Presiden BLC Bireuen.


Pada kesempatan acara BLC tersebut salah satu Narasumber, Saiful Bahri, selaku penjual Ayam, menyebutkan dalam acara itu, iya pernah mendengan di Bireuen akan di bangun RS Jiwa, sehingga Saiful bingung, ini yang benar, yang mau di bangun apakah Rumah Sakit Regional atau Rumah Sakit Jiwa ya tanya Saiful dalam acara BLC berlangsung, 

Keuchiek Cot Buket. T Iskandar, juga selaku narasumber, menyebutkan selama Proses Pembangunan RS Regional, iya sudah mengeluarkan uang nya lebih kurang 50 juta, Lima Puluh Juta rupiah, uang lima puluh juta itu bukan uang sedikit katanya, uang yang dikeluarkan keuchiek cot buket itu merupakan untuk kebutuhan para pejabat pengukur tanah, setiap pejabat turun ke lokasi untuk tahab mengukur tanah maka keuchiek cot buket yang kerap selalu membiayayakan kebutuhan makan dan rapat untuk menyukses kan proses percepatan pembebasan tanah yang akan dibangun Rumah Sakit Regional,  namun sampai saat ini RS Tersebut juga belum kunjung tiba katanya, ini membuat Keuchiek cot buket sangat geram kepada Pejabat tersebut.


Acara berlangsung di Cardova Caffe hanya dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu Keuchik Cot Buket Iskandar, Walhi Aceh Nasir Buloh dan Pakar Hukum Dr T Rasyidin, SH. MH Sementara pihak eksekutif dan legislatif tidak berhadir sehingga membuat tanda tanya besar dikalangan para aktivis yang ikut berhadir pada acara tersebut.(MS)
KOMENTAR