Nurlaila Anak Petani Yang Lulus Predikat Dengan Pujian FKIP Pendidikan Matematika Unimal

author photoRedaksi
21 Nov 2019 - 17:51 WIB

Nurlaila salah satu mahasiswi keguruan dan ilmu pendidikan universitas Malikussaleh yang mendapat IPK 3.86 ( cumlaude) angkatan XXIII yang di selenggarakan di gedung olahraga (GOR), komplek perumahan PT Arun gas , Batuphat, Lhokseumawe , Rabu (20/11).                                                 

Nurlaila berhasil menyelesaikan kuliah  tiga tahun sepuluh bulan,  salah satu mahasiswa yang aktif di organisasi-organisasi atau komunitas sosial yang di dalamnya untuk terinspirasi anak-anak Indonesia.

Dirinya termasuk salah satu mahasiswi penerima Bidikmisi, dan menjadi salah satu pengurus permadani diksi nasional yang aktif di bidang pendidikan dan penelitian tingkat Sumatra padan tahun 2016-2018, pernah menjadi salah satu delegasi silaturahmi dan musyawarah nasional permadani diksi nasional pada tanggal 1-5 Mei 2017 di universitas Lampung yang mewakili universitas Malikussaleh.

Dan banyak komunitas di bidang pendidikan yang di ikuti nya seperti Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA), Aceh Sosial Leader Forum (ASLF), LIMA Matangkuli, Himapka. Ikahimatika dan lainnya.

Wisudawati berasal dari desa matang Peusangan kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, merasa bangga karena bisa menyelesaikan kewajiban di balik banyak problema yang di hadapi nya, sulit rasanya seorang anak petani ini untuk menyampaikan kata-kata.

Kesibukannya setiap hari ke sawah dan berkebun, masih menyempatkan membuat tugas akhir, "agar saya lulus tetat waktu, dan tidak  pernah lupa tugas untuk wajib lulus empat tahun sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi,  karena saya sadar bahwa ibu saya tidak punya uang jika harus bayar uang kuliah tunggal (UKT), di semester lanjut nanti," katanya.

Dirinya bangga dan mengucapkan terima kasih. "Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah  dengan adanya biasiswa ini cita dan impian kami tidak terhambat oleh status sosial perekonomian. bisa duduk di bangku kuliah adalah impian semua insan," jelasnya.

"kini saya merasakan bahagian di saat angan itu bisa saya tercapai, tanpa terasa air mata bahagia mengalir ketika plakat predikat dengan pujian (cumlaude) itu di terima dari rektor. Ini bukan awal dari perjuangan saya," katanya.

"Perjalanan saya masih panjang, semoga saya terus bertanggung jawab dalam mendidik anak bangsa," tutupnya.
KOMENTAR