Kadisdik Aceh Paparkan Kontribusi Budaya dalam Pengembangan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Aceh

author photoRedaksi
14 Nov 2019 - 09:26 WIB

MEULABOH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, menghadiri temu Puisi Nusantara dan Budayawan Aceh bersama Sastrawan Negara Malaysia Prof. Dr. Siti Zainon Binti Ismail, Kamis, (14/11/2019), di Aula Universitas Teuku Umar (UTU), Alue Peunyareng, Aceh Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, menyampaikan paparannya dengan mengusung tema "Kontribusi Budaya dalam Pengembangan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Aceh".

"Saat ini, kita semua menyaksikan sebuah fenomena tentang dahsyatnya perubahan dunia yang terus bergerak dengan begitu cepat. Kita tidak memiliki alat bukti yang kuat dan meyakinkan untuk menyatakan bahwa kita mampu membendung perubahan-perubahan tersebut," ujar Haji Nanda===sapaan akrab Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini.

Menurutnya, perubahan tidak mungkin dicegah, melainkan dikendalikan melalui upaya-upaya yang sistematis. "Kondisi seperti ini, perlu kita mengembangkan sebuah model manajemen yang efektif untuk difungsikan dalam menata segala bentuk tatanan baru yang timbul sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut," katanya.

Sebab, katanya lagi, bila tidak, dipastikan akan menjadi asing di era dimana menjalani kehidupan. Hal ini kompleks dengan perkembangan teknologi digital yang terus dikembangkan sebagai hasil cipta, rasa dan karsa dari masyarakat yang hidup di era sekarang ini, secara nyata telah menghadirkan tatanan baru dalam kehidupan manusia.

"Saat ini telah lahir pola hidup baru dalam bekerja, dalam berinteraksi, memandang nilai-nilai kehidupan, juga dalam memaknai hidup. Kondisi inilah yang mengharuskan kita memberi pembobotan pembangunan sumber daya manusia menjadi lebih tinggi melalui upaya pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan," tutur Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan Aceh harus dapat memberikan kontribusi yang terukur dalam mewujudkan Aceh Hebat dimasa mendatang.

"Konsep Aceh Carong dan Aceh Meuadab adalah sebuah kondisi sumber daya manusia Aceh yang diinginkan. Pencapaian kondisi seperti ini diupayakan melalui sebuah proses pendidikan dengan indikator-indikator capaian yang tergambar dalam dimensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan secara regulasi pendidikan Aceh pada dasarnya telah diberi ruang untuk melakukan inovasi-inovasi agar selaras dengan kebutuhan dan pemenuhan tuntutan kondisi lingkungan perubahan pada skala Aceh, nasional dan global.

"Diperlukan kerja profesional dalam mendiagnosis kondisi kekinian dan prediksi lingkungan dimasa mendatang. Data tersebut sangat diperlukan sebagai bahan untuk menyusun perencanaan yang baik sebagai langkah awal dalam upaya mencapai target tujuan dengan indikator-indikator yang akurat," sambung Kadisdik Aceh ini.

Ia menambahkan, beberapa pertimbangan yang diperlukan dalam menyusun perencanaan adalah memastikan indikator khusus yang mengakomodir standar keistimewaan dan kekhususan menjadi terintegrasi dalam sistem pendidikan Aceh.

Temu Puisi Nusantara dan Budayawan Aceh mengusung tema "Mengangkat Khazanah Nilai-Nilai Budaya Aceh di Mata Dunia. (Adv)
KOMENTAR