Warga Tanam Pisang di Jalan, Dinas PU Pijay: Jalan Berlubang Itu Wewenang Propinsi

author photoKherry Leib
18 Okt 2019 - 09:38 WIB

PIDIE JAYA – Jalan Lintas penghubung kecamatan Meurah Dua dengan Meureudu merupakan Jalan Kabupaten yang panjangnya 3 kilometer dipenuhi lubang disepanjang jalan. Salah satu Warga Meninggal Dunia karena terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai pada saat menghindari Lubang di Badan Jalan tepatnya di Desa Dayah Kruet Meurah Dua Pidie Jaya, Rabu (16/10/2019).

Terkait kondisi jalan tersebut, Kepala Dinas PU Rizal Fikar melalui Kabidnya Edy Saputra, ST, MT mengatakan status jalan tersebut masuk kewenangan ruas jalan provinsi, namun demikian mereka akan meninjau ke lokasi untuk kita carikan solusi.

"Insya Allah akan kita tindak lanjuti untuk mencegah kecelakaan yang tidak kita harapkan, kami juga telah berkoordinasi dengan dinas PUPR Provinsi Aceh. Insya Allah  untuk ruas jalan tersebut di anggarkan di TA 2020, pada saat rapat pembahasan musrembang tingkat provinsi ruas jalan tersebut juga masuk skala prioritas," ujarnya.

Ia juga menegaskan, Insya Allah akan kita perbaiki sementara untuk menghindari jatuhnya korban.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Salah satu Warga Meninggal Dunia karena terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai pada saat menghindari Lubang di Badan Jalan tepatnya di Desa Dayah Kruet Meurah Dua Pidie Jaya, Rabu (16/10/2019).

T. Abdul Syakur (34) warga Dayah Kruet salah satu keluarga korban mengatakan saudaranya terjatuh dari sepeda motor pada saat menghindari lobang sampai nyawa tidak tertolong lagi /  meninggal dunia.

"Akibat lobang tersebut sudah banyak warga yang jadi korban ada yang luka, patah dan malam ini (16/10) meninggal dunia saya berharap pemerintah terutama Anggota Dewan yang Berasal dari Dapil Meurah Dua Tolong perhatikan dan perjuanglah Kepentingan kami sebagai Warga anda, yang memilih dan mengantarkan anda ke Kursi Dewan  sudah berapa lama jalan ini rusak tanpa ada kepedulian atau haruskan kita menunggu korban selanjutnya, kami Tamam batang pisang sebagai bentuk protes dan kekecewaan kami terhadap Pemerintah," kata T.A Syakur.

Masih menurut Syakur, akibat lubang bila musim hujan airnya tergenang banyak warga yang terperosok dan jatuh kerusakan tanpa ada perbaikan sama sekali kerusakan yang terparah sejak dari Desa Dayah Kruet sampai ke Desa Beuringin.

Terkait hal tersebut anggota DPRK Pidie Jaya H. Hery Ahmadi melalui handpone pada media mengatakan sudah pernah mengusulkan dan membuat proposal untuk diajukan pada Bupati.

"Kita sudah membahas dalam rapat Dewan bahkan proposal pun sudah kita ajukan pada Bupati,proposal yang ditandatangi beberapa kepala Desa  kita ajukan atas petunjuk Kepala Dinas PU pada saat itu masih di Jabat oleh Pak Bahrum, akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasannya dari Pemerintah," kata H.Hery. (KH).
KOMENTAR