Pembukaan Aceh Internasional Percussion Meriah dan Sukses

author photoM. Sulaiman
13 Okt 2019 - 18:42 WIB

BIREUEN- Dimana Kabupaten Bireuen yang menjadi memontum hari sejarah secara luas oleh Masyarakat Internasional, dapat menjadi nila budaya Syariat Islam sesuai dengan ketentuan kainginan daerah yang dibanggakan Masyarakat Bireuen, even pembukan Rapai Aceh Internasional Percussion (AIP) dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bireuen Ke 20, yang berlangsung Meriah dan Sukses. Yang diton ton Belasan Ribu Masyarakat di Berbagai daerah yang berduyung duyung kelokasi Acara di Lapangan Stadion Cot Gapu Bireuen, sabtu (12 Oktober 2019) Malam.

Acara Pembukaan Rapai Aceh Internasional Percussion dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bireuen Ke 20, tepatnya jatuh (12 Oktober 1999/12 Oktober 2019) yang berlangsung dengan Meriah, ribuan orang, tua muda, anak anak dan remaja memadati lapangan stadion tersebut tampak antusias menyaksikan penampilan pengisi acara yang sangat menghibur para penonton. Yang

Dibuka oleh penampilan Muhammad Yufi, pemain drum lalu dilanjutkan penampilan marching band Gita Batee Kureng SMPN 1 Bireuen.

Pada pembukaan Aceh International Percussion ditandai penambuhan rapai oleh Bupati, Wakil Bupati Bireuen, Asisten I Pemerintah Aceh, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Ketua DPRK Bireuen, Ketua DKA Bireuen serta unsur Forkopimda diatas panggung yang megah dan ditata indah itu. Kemeriahan acara dengan pesta kembang api menghiasi langit di atas stadion dan disambut sorak-sorai para penonton.

Pada kesempatan itu Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos dalam sambutannya mengatakan budaya Aceh sangat hebat dan perlu dilestarikan.salah satunya rapai,"Kita adalah bangsa yang hebat, budaya warisan nenek moyang kita yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Aceh," sebut Bupati Bireuen.

Disamping itu Asisten I Pemerintah Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mewakili Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya menyebutkan, Rapai menjadi bagian budaya dan tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat daerah Aceh, baik itu secara filosofïs atau pun secara kultural.

Rapai merupakan alat musik perkusi tradisional asli daerah Aceh. Rapai sering dijumpai di acara acara besar seperti acara pernikahan, pasar malam, sunat rasul, tarian daerah, peringatan ulang tahun dan acara adat istiadat lainnya.

Namun acara puncak pada malam pembukaan penampilan seni kolosal Rapai Pulot Geutimpeng yang yang diproduksi DKA Bireuen dengan pimpinan H Mukhlis A.Md, bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bireuen. Seni kolosal Rapai Pulot Geurimpheng tersebut dibawah diasuh Syeh Ayi.

Acara ditutup penampilan Joel Pasee, penonton menyerbu ke depan panggung untuk menyaksikan penampilan penyanyi tersebut meski hujan mengguyur di lokasi acara(MS) 
KOMENTAR