Utusan Bupati Gayo Lues Tinjau Secara maraton Dua Pesantren Fajar Hidayah

author photoKamsah
13 Sep 2019 - 09:09 WIB

BLANGKEJEREN - Setelah selesai serah terima menyelesaikan  persoalan tiga santri di Bandung. Utusan Bupati, Kabag Humas Gayo Lues, Drs. H. Bunyamin kembali melakukan pertemuan dengan pihak Pesantren Induk Fajar Hidayah di Kota Wisata Cibubur, Kamis (12/09/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Kabag Humas langsung disambut Kepala Pesantren Induk Fajar Hidayah Usatdz Mirdas Eka Yora, Lc, MSI  , didampingi sejumlah pengurus diruangan kantornya. Dalam pertemuan tersebut kepala sekolah dengan menunjukkan bukti-bukti, pesantren Fajar Hidayah sudah belasan tahun mendidik santri dan santriwati berasal dari Aceh, khususnya anak-anak Gayo secara gratis. 

Bahkan, saat ini, salah satu putra Gayo Lues yang bernama usatdz Karim dari desa Seneren kecamatan Pantan Cuaca dipercayakan menjadi kepala pengembangan program kesiswaan oleh pesantren tersebut.

Sementara, untuk masalah 14 santri yang keluar 9 orang tersebut, kepala pesantren Induk Fajar Hidayah mengaku kaget, dan ini baru pertama kali terjadi selama menjalin kerjasama dengan santri-santri asal Aceh dan sejak Fajar Hidayah. Tapi pihaknya tetap terbuka untuk santri Gayo Lues, karena menurut mereka selama ini santri asal Gayo Lues cerdas-cerdas dan memiliki akhlak mulia.

Ustadz melanjutkan, 14 santri tersebut memang ditempatkan di cabang pesantren Fajar Hidayah di kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon yang baru dibuka, tapi pihaknya memastikan semua fasilitas lengkap dan para guru pun pilihan, dan untuk saat ini di cabang pesantren Fajar Hidayah tinggal 5 santri asal Gayo Lues.

Dalam pertemuan tersebut, Kabag Humas menitipkan salam Bupati Gayo Lues kepada Pimpinan dan keluarga besar Pesantren Fajar Hidayah. Pada kesempatan tersebut, Kabag Humas juga menyampaikan permohonan maaf Bupati Gayo Lues atas pemberitaan media yang kurang kondusif. 

Dilanjutkan, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menitipkan putra-putri asal Gayo Lues yang sedang menimba ilmu pengetahuan di pesantren Fajar Hidayah, baik di Fajar Hidayah pusat maupun di cabang-cabangnya, untuk diberikan perhatian khusus.

Setelah itu, usai pertemuan tersebut, untuk memastikan keberadaan santri tersebut, Kabag Humas langsung berangkat dari pesantren induk Fajar Hidayah Kota Wisata Cibubur ke Pesantren Cabang di kota Cirebon memakan waktu selama 5 jam dalam perjalanan.

Setibanya di cabang pesantren fajar hidayah kecamatan Beber, Kabupaten Ceribon,  Kabag Humas disambut para pengurus bersama santri asal Gayo Lues. Pada kesempatan tersebut, Kabag Humas meninjau seluruh fasilitas yang ada di pesantren tersebut sekaligus meminta masukan dari pengurus pesantren, Kabag Humas menilai tempat tersebut sangat persentatif untuk sebuah lembaga pendidikan. Semua fasilitas lengkap, tempat tidur, tempat belajar, mesjid, tempat makan, makan catering, aula, fasilitas lainnya, dan  memiliki 8 guru dan 1 kepala pesantren.

Kelima santri Gayo Lues tersebut sudah nyaman di pesantren tersebut, hanya saja salah santri masih mengaku pesantren ini masih sepi karena mereka sebagai santri perintis, namun setelah Kabag Humas memberikan motivasi agar tetap istiqamah karena pesantren ini terkenal, semua santri terlihat semakin bersemangat.

"Masuk ke pesantren ini kalau tanpa beasiswa harus bayar 34 juta untuk biaya masuk, SPP 2 juta/Bulan Full Day dan
SPP 3.5000,000 juta/bulan boording, sementara kalian disini gratis, ini harus kita syukuri. Uang masuk dan SPP besar menunjukkan bahwa pesantren ini berkualitas," terangnya. (kamsah galus)
KOMENTAR