Tuntut Batalkan KUHP dan UU KPK Ratusan Mahasiswa Bireuen Kepung Gedung DPRK

author photoM. Sulaiman
26 Sep 2019 - 14:20 WIB

BIREUEN- Ratusan Mahasiswa Yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Siswa Bireuen melakukan aksi unjuk rasa dihalaman gedung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten(DPRK) Bireuen, guna menyampaikan aspirasi rakyat, untuk dibatalkan babarapa poin diataranya, RU KUHP dan UU KPK 

Para ratusan Mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, awalnya mareka melakukan titik kumpul dari Mesjid Agung Sultan Jeumpa, setelah itu ratusan mahasiswa menuju ke gedung dewan perwakilan rakyat Bireuen, tetapnya berkisar pukul 10/15 Wb,  kamis 26 September 2019.

Unjuk rasa para mahasiswa yang dilakukan dengan cara serentak di seluruh tanah air di Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun hari ini kamis ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa dan Siswa Kabupaten Bireuen. Meraka menyampaikan beberapa tuntutan yang harus dibatalkan oleh DPR.

Kedatangan ratusan Mahasiswa disambut langsung oleh Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK dan Dikawal Satuan Pasukan Anti Huru Hara berseragam lengkap dan Personil dari Stpol PP turut dalam pengawalan keamanan di sekitar Gedung DPRK Bireuen.

Dalam Orasi Para Mahasiswa Menolak Dengan Keras RU KUHP dan UU KPK Selain mendesak  pemerintah Segera Mencopot Mentri Lingkungan Hidup yang tidak becus menjaga dan mengawal kebakaran Hutan yang merambah Pulau Sumatra dan daerah lain di Indonesia,

Mareka Menolak Dengan Keras Revisi UU KPK yang telah disahkan, Ada 9 Poin yang janggal bahkan berupaya melemahkan Lembaga Anti Rasuah KPK, Korutor hanya dituntut 2 tahun penjara dan Denda yang sama sekali tidak sesauai dengan kesalahan, demi kepentingan Elit Politik tertentu di Indonesia, Terjadi Pengkebirian di lembaga KPK, Bangsa dijadikan tunggangan kaum Elit politik yang hanya mengedepankan kepentingan Kaum Elit tersebut,"Ucap Salah satu Orator dari mahasiswa itu. 

Koordinator Mahasiswa melakukan untuk bernegosiasi dengan anggota dewan dan pihak keamanan akhirnya 40 perwakilan mahasiswa yang diperbolehkan masuk untuk menyampaikan Aspirasi dan berdialog dengan anggota dewan untuk dapat diterima mahasiswa untuk menduduki ruangan paripurna DPRK Bireuen, namun Perwakilan Anggota DPRK juga meminta mahasiswa untuk tidak ke ruang paripurna, meminta perwakilan mahasiswa untuk beraudensi di halaman saja jika adek adek yang lain kepanasan maka kami Perwakilan Rakyat DPRK Bireuen juga harus merasakan kepanasan yang sama seperti adek adek mahasiswa terang Salah satu Anggota DPRK Bireuen tersebut. Dan yang dikawal ketat oleh pihak keamanan.(MS)
KOMENTAR