SMP 3 Meureudu Dijuluki Sekolah Rimba, Ini penyebabnya

author photoKherry Leib
13 Sep 2019 - 18:16 WIB

PIDIE JAYA - Demi meningkatkan keamanan sekolah dan menjaga anak- anak didik agar dapat menambah ilmu dengan nyaman dan mnciptakan sekolah asri Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meureudu yang terletak di Desa Meunasah Bie Meurah Dua Pidie jaya butuh perhatian Pemerintah Khususnya Dinas Pendidikan untuk  pembangunan sarana dan perbaikan gedung yang rusak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah setempat Drs. Fadhlullah pada Theatjet.Net, Jum'at 13 September 2019.

Drs.Fadhlullah mengatakan kondisi sekolah yang dia pimpin saat ini sangat memprihatinkan selain sarana yang kurang mamadai gedung, dinding dan ruang belajar semuanya butuh perbaikan perkarangan juga diperlukan pagar yang baik.

"Kondisi sekolah seperti yang kita lihat kaca jendela hampir semua pecah, ruang belajar retak pintu ruangan tidak ada lagi pagar perkarangan sudah lama rusak sehingga ternah warga sekitar dengan mudah masuk perkarangan bahkan sampai masuk ke dalam ruang belajar mengajar," kata Fadhlullah.

Untuk kelancaran belajar mengajar dan menciptakan minat para orang tua supaya me masukkan putra putrinya disekolah ini sarana penunjang seperti pagar sekolah,kamar  Mandi (MCK) dan mobiler sangat kita perlukan dari itu kita berharap adanya perhatian dan kepedulian dari Dinas dan Pemkab, ungkapnya.

Menurut Fadhlullah, dirinya baru beberapa bulan bertugas di SMP 3 tersebut kondisi gedung dan lainnya memang sudah lama seperti ini. Bahkan kata Fadhlullah dulu sekolah ini dijuluki dengan nama "Sekolah Rimba, karena kondisi yang sedemikian amburadulnya dan dulu siswa hanya 70 sampai 75 sekarang sudah bertambah 90 siswa.

Diakuinya, pihak sekolah memang sudah mengusulkan pembangunan pagar dan sarana lainnya  melalui proposal,  pernah juga menyampaikan secara lisan kepada kepala Dinas.

Sementara menurut wakil kepala sekolah setempat Anwar SPd tahun ini ada satu infrastuktur yang dibangun yaitu Kantor sedangkan yang lainnya sama sekali tidak ada.

Ada satu bangunan yaitu  Kantor sementara yang lain belum kita sudah menyampaikan kebutuhan tersebut melalui proposal dan lisan untuk sarana lain demi kelancaran belajar mengajar kata dia sementara saat media menanyakan penggunaan dana BOS, wakil tersebut berkata kurang cukup termasuk juga para guru semua terkesan tertutup dan menghindar dari Media. (KH)
KOMENTAR