Mahasiswa KKN kelompok 92 Membuat Apotik Hidup Untuk Gampong Menyecut Bahagia

author photoCitizen Journalism
21 Sep 2019 - 20:51 WIB

ACEH UTARA - Mahasiswa KKN Kelompok 92 Universitas Malikussaleh Di Gampong Meunyecut Bahagia Kecamatan Kuta Makmur yang dibimbing Yuli Asbar, SE,M. Sc membuat sebuah program untuk memberi pengetahuan dan menanam langsung tanaman obat ini agar masyarakat dapat melihat dan mengetahui  pentingnya manfaat dari tanaman obat ini (Jumat, 20-9-2019).

Adalah Asri Mustikarani , mahasiswa jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh membuat " Apotik Hidup " didampingi oleh 12 orang rekan kelompok KKN-nya.

Apotik hidup adalah lahan yang di tanami berbagai macam tumbuhan yang dipercaya berkhasiat untuk mengobati beberapa macam penyakit secara tradisional. Lahan yang akan digunakan untuk membuat apotik hidup tidak perlu terlalu luas, selain ditanami tanaman obat bisa juga ditanami bunga-bunga sebagai pagar untuk mempercantik.

Program kegiatan Membuat Apotik Hidup di mulai pada pukul 15.00 WIB - selesai.
Tumbuhan obat tradisional sangatlah penting dalam keluarga, dengan menanam tanaman obat di perkarangan dapat membantu keluarga dan juga dapat membantu membuat lingkungan menjadi asri.

"Apotik hidup di Indonesia khusus nya Aceh belum terlalu banyak ditanamani, maka dari itu saya ingin membuat apotik hidup ini di Kampung Meunyecut Bahagia Kecamatan Kuta makmur Aceh Utara untuk membuat inovasi baru kepada masyarakat dan juga agar masyarakat mengetahui manfaat dari apotik hidup ini sangatlah baik" ujar Asri. 

Kegiatan ini dilakukan di halaman meunasah gampong Menyecut Bahagia Kecamatan Kuta Makmur, Masyarakat yang berada dikampung Meunyecut Bahagia khususnya Geuchik M. Thalib Abdon sangat antusias melihat inovasi baru yang dibuat oleh mahasiswa yang sedang KKN terkhususnya untuk kelompok 92 Universitas Malikussaleh karena dapat membantu masyarakat sekitar apabila salah satu dari keluarga mereka mengalami musibah seperti sakit dan juga dapat sebagai alternatif lain bagi beberapa masyarakat yang kurang mampu untuk biaya pengobatan. [Rel]
KOMENTAR