Kadis Pendidikan Aceh Rachmat Fitri: Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Wujudkan Aceh Hebat

author photoRedaksi
15 Sep 2019 - 14:06 WIB

BANDA ACEH -  Perkembangan teknologi digital telah melahirkan pola hidup baru dalam bekerja, berinteraksi,  memandang nilai-nilai kehidupan, serta dalam memaknai hidup.

"Kondisi inilah yang mengharuskan kita memberi pembobotan pembangunan sumber daya manusia menjadi lebih tinggi melalui peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan program Aceh Hebat," ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri saat membuka kegiatan Workshop Teaching with Technology Learning Management System di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Banda Aceh, Sabtu (14/9).

Sekolah harus mampu melakukan inovasi yang dapat memberikan jaminan terhadap kualitas dan keunggulan dari kompetensi lulusan yang dapat dihasilkan. Diagnosis terhadap kebutuhan sumberdaya manusia yang diperlukan dalam rentang waktu kekinian dan masa yang akan datang semakin memperlihatkan kebutuhan sebuah generasi yang memiliki kemampuan berfikir dan ketrampilan yang lebih tinggi serta memiliki keteguhan akhlak mulia.

Berdasarkan tersebut pula maka langkah penguatan kelembagaan sekolah menjadi sebuah keharusan yang tidak mungkin dihindari lagi.

Saat ini, pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan kemampuan pro ses evaluasi melalui pelatihan kemampuan guru dalam menyusun soal dengan kategori High Order Thin king Skill (HOTS).

"Kategori soal tersebut telah diimplementasikan dalam penyusunan soal-soal Ujian Nasional," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya me ngaku perlu terus berupaya untuk mendorong pembiasaan berlangsungnya proses pendidikan yang memungkinkan berkembangnya potensi siswa secara optimal. Sehingga semakin besar memberi peluang dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi.

Tentunya dalam kaitan hal tersebut, sebagai Ke pala Dinas Pendidikan Aceh saya mengajak semua pihak untuk berkenan memaksimalkan peran dan fungsinya masing-masing sebagai ikhtiar dan tanggungjawab kita semua dalam mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.

Workshop Teaching with Technology Learning Management System (TL MS) yang dilaksanakan itu dapat memberi makna bahwa saat ini Aceh sedang melakukan upaya memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Ini merupakan salah sa tu bentuk perangkat lunak yang mengimplementasikan konsep electronic learning, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan aplikasi pembelajaran secara online.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap penerapan teknologi pada dasarnya ada harapan kemudahan dan keuntungan yang dapat diraih. "Biasanya aplikasi teknologi tidak dapat langsung diterapkan, namun perlu dilakukan tahapan adaptasi sehingga dapat menyesuaikan dengan ke-arifan lokal. Itu sebabnya, kita memerlukan kajian, pengalaman praktik baik yang pernah diraih ditempat lain sebagai patron implementatif setelah proses adaptasi," pungkasnya.

 Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh yang telah melakukan kerja-kerja inovatif dan konkrit dalam mendukung kemajuan pendidikan di Aceh.

"IGI Wilayah Aceh telah mampu menunjukkan kecirian kehidupan di era industri 4.0, seperti kerja kolaboratif, membangun komunikasi, bertindak kreatif serta inovatif dengan melibatkan multi pihak dalam melaksanakan kegiatan workshop ini," tutupnya.

Untuk diketahui, workshop tersebut diikuti 180 orang guru SD/MI, SMP/ MTs, SMA/SMK/MA dari Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan perwakilan beberapa orang guru dari kabupaten/kota di Aceh. [Adv]
KOMENTAR