Anggota Dewan DPR Aceh Sidak RSJ Aceh

author photoRedaksi
9 Jul 2019 - 22:10 WIB

BANDA ACEH - Sejumlah Anggota DPR Aceh melakukan  Inspeksi mendadak  (Sidak) ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Selasa (9/7). Sidak tersebut bertujuan mengetahui kondisi RSJ Aceh serta pelayananan mendukung kondisi pasien yang sedang di rawat.  

Sebelumnya para anggota dewan tadi menanyakan langsung kepada direktur RSJ tentang laporan yang ada di lapangan mengenai yang masih banyak ganguan jiwa yang berkeliaran serta gedung rehabilitas yang sedang dibangun di Kuta Malaka.

Anggota DPR Aceh dari Partai Demokrat HT Ibrahim ST MM, mengatakan persoalan ganguan harus cepat di atasi  dengan didukung langkah mengobati dan pencegahan, serta didukung dengan gedung yang memadai serta mobil khusus untuk menjemput pasien yang mengalami ganguan jiwa. 

"Kita temui di jalan mereka ada yang berkeliaran, ini harus cepat dituntaskan. RSJ harus berkondinasi dengan dinas kesehatan yang ada di setiap daerah untuk melakukan langkah yang tepat tidak hanya mengobati, tapi harus ada  pencegahan," ujarnya.

Sejumlah anggotan dewan yang turut hadir  seperti Ghufran Zainal Abidin, HT Ibrahim, Sulaiman Ali, Teuku Akhyar Arasyid, dan Abdurahman Ahmad meras puas terhadap kondisi RSJ yang dinilai sudah bersih dan pelayanan yang baik, hanya saja dibutuhkan fasilitas sedikit lagi agar semakin mendukung terhadap kesembuhan pasien.

Selain itu, kepala  direktur rumah sakit jiwa Aceh dr. Makhrozal, M.Kes mengatakan pihaknya tidak bisa membawa pasien ganguan jiwa yang berkeliaran di jalan sebelum ada rujukan langsung dari RSJ dimana pasien berasal. 

"Itu harus didata terlebih dahulu, jika ada ganguan jiwa yang sudah di data di kampong atau pemda setempat. Kami siap menjemput," ujarnya.

Sambungnya, untuk saat ini RSJ sedang membangun gedung rehabilitas di kuta malaka, yang sudah dikerjakan meskipun belum semuanya selesai seperti yang diharapkan.

"Gedung tersebut nantinya, dapat memindahkan pasien secara bertahap yang sudah mulai akan sembuh. Namun dalam waktu dekat akan membawa pasien untuk rehabilitasi disana. Mungkin masih pulang pergi dulu karna belum ada ruang inapnya," tutup Makhrozal. []
KOMENTAR