Sopir Mopen Jumbo Cabuli Penumpang Dibawah Umur dalam Mobil

author photoRedaksi
20 Jun 2019 - 10:07 WIB

ACEH UTARA –Sopir Mopen Jumbo berinisial LRK, 32 tahun asal Kota Langsa, Aceh, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara di terminal Lhoksukon, Rabu (19/6/2019) sore.

Pasalnya LRK dilaporkan telah melakukan perbuatan cabul terhadap penumpangnya yang masih dibawah umur didalam Mopen jumbo miliknya.

Korban sendiri berinisial NF, 17 tahun yang masih berstatus pelajar di salah satu SMK di Kota Binjai.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah menerangkan kronologis perkara cabul ini berawal pada (18/6) malam, saat korban menumpang mopen pelaku dari Kota Binjai dengan maksud pulang kerumah orang tuanya ke Pangkalan Susu.

"Singkat cerita bukannya menurunkan korban ditempat tujuan, pelaku malah membawa korban hingga ke kota Langsa lantaran korban tertidur, saat tak ada penumpang lain, pelaku kemudian berbuat cabul pada korban," ujar Iptu Rezki.

Rezki menjelaskan, Upaya cabul terhadap korban bahkan terjadi 2 kali, Pelaku berdalih akan mengantar korban kerumahnya, sehingga korban masih terus mengikuti pelaku.

"Hingga pagi dan menjelang siang, pelaku masih belum mengantar korban kerumahnya, pelaku malah membawa korban hingga ke Kota Lhokseumawe sambil menarik sewa dengan mopennya." ujar Kasat Reskrim.

Saat mopen berputar arah kembali kearah Medan dan tiba dikawasan Lhoksukon, mopen Jumbo pelaku berjalan pelan saat melewati razia polisi lalu lintas.

"Disaat mobil berjalan pelan, korban membuka pintu mobil dan melompat keluar, sedangkan mobil terus melaju. Korban yang kebingungan lalu mendatangi Polisi yang melakukan razia, dan menceritakan apa yang dia alami." ujar Iptu Rezki.

Sampai disini kasusnya kita tindak lanjuti dan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.

"Dalam pemeriksaan, pelaku juga mengakui perbuatannnya, tersangka dan barang bukti Mopen kini sudah diamankan di Polres Aceh Utara untuk proses hukum. Korban juga sudah didampingi keluarganya untuk kita mintai keterangan." pungkas Iptu Rezki. ()
KOMENTAR