19 Gampong di Pandrah Salurkan Donasi Untuk Anak Yatim

author photoM. Sulaiman
1 Mei 2019 - 09:36 WIB

BIREUEN - Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan para milineal dan Muspika Pandrah gelar Penutupan pengajian pemuda Al Fatta pada Selasa, (30/04/2018) Malam. Kali ini merupakan pengajian untuk edisi bulan Mei 2019 berlangsung di Meunasah Gampong Pandrah Kandeh Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen.

Tokoh Pemuda Kecamatan Pandrah Teuku Aiyub selaku panitia pelaksana kegiatan menyampaikan dalam sambutanya, pengajian pemuda Al Fatta rutin yang dilaksanakan setiap bulan dilokasi berbeda secara bergilir di 19 Gampong dalam wilayah Kecamatan Pandrah, selama ini berjalan dengan sukses dan sangat bermanfaat bagi Masyarakat maupun generasi muda.

"Malam ini pengajian ke-4 edisi bulan Mei 2019 sekaligus pengajian penutupan menjelang memasuki bulan suci Ramadhan (Puasa)," sebut Aiyub.

Selama 4 bulan ini, lanjut Aiyub, pihaknya telah mengutip sumbangan per kepala keluarga di 19 Gampong dalam wilayah Kecamatan Pandrah dan beras segenggam dari rumah ke rumah untuk kebutuhan acara santunan seribu anak yatim di Kecamatan Jeunieb Raya (Pandrah, Peulimbang dan Jeunieb). 

Sementara itu Pengasuh sekaligus pembina dalam pengajian pemuda Al Fatta Kecamatan Pandrah Tgk. M. Yusuf Nasir atau Abiya Rahul Mudi menyebut para kaum milenial di tiga Kecamatan Jeunieb Raya telah siap melaksanakan acara santunan kepada seribu anak yatim.

"Insya Allah malam besok barisan muda Jeunieb Raya akan melaksanakan santunan seluruh anak yatim di Kecamatan Pandrah, Peulimbang dan Jeunieb, lokasinya di lapangan Muspika Jeunieb dengan anggaran total 300 Juta Rupiah dan 5 ton beras," sebut Abiya yang juga Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat.

Lanjut Abiya, santunan ini merupakan dapat mengurangi beban hidup bagi  anak yatim di hari meugang nanti, apakah kita pernah berpikir atau melihat hari ini mereka makan apa? 

Lanjutnya, mari kita berpikir diri sendiri masing-masing di tahun ini pernahkah kita melihat kondisi atau bertanya kepada anak-anak yatim tetangga kita! hal ini pernah saya alami betapa pahitnya disisi kehidupan sosial anak yatim ingin menikmati kehidupan yang normal layaknya seperti anak-anak lain.

Untuk dapat bisa dimemiliki kebutuhan sesuatu tinggal bilang sama bapaknya, tapi mustahil ada bagi anak-anak yatim urusan makan saja tidak teratur, kondisi ini pernah saya alami karena saya dulu pernah mengalami hal yang sama seperti Anak sekarang, karena saya di umur 11 tahun menjadi Yatim sebelumnya, tutup Abiya Rahul Mudi. (MS)
KOMENTAR