Plt Sekda Aceh: Sinkronisasi Program Pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota

author photoRedaksi
4 Apr 2019 - 17:25 WIB

SINGKIL – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, menekankan kepada pihak berwenang dalam menentukan kebijakan di tingkat Kabupaten/kota untuk bersinergis dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam melaksanakan program pembangunan.

Dengan demikian, akan menghasilkan pencapaian pembangunan yang maksimal. "Pertemuan ini penting untuk menyamakan persepsi kita. Harus sama antara provinsi dengan kabupaten dan kota, " ujar Helvizar saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi Sinergi Program Pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2019, di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Kamis (4/4).

Plt Sekda mengungkapkan pembangunan di setiap daerah sangat bergantung pada 3 komponen utama. Di antaranya Bappeda, Badan pengelola keuangan dan administrasi pembangunan. Oleh sebab itu dia mengingatkan kepada peserta Rakor yang terdiri dari 3 komponen tersebut agar tidak menyia-nyiakan pertemuan tersebut.

"Forum ini sangat strategis semoga mendapat hasil sebagaimana yang kita harapkan," ujar Helvizar.

Selain fokus persamaan persepsi dalam pembangunan, Plt Sekda juga menyinggung soal potensi pariwisata yang dimiliki oleh Aceh Singkil di Kepulauan Banyak.

Menurutn dia, saat ini Indonesia khususnya Aceh telah berada pada track akan menggeser sektor migas yang menjadi sumber utama dalam menyumbang devisa negara dengan pariwisata.

"Saat ini devisa dari sektor pariwisata terus menanjak. Alangkah naifnya jika kita Aceh tidak melakukan all out di wilayah kepariwisataan," kata Helvizar.

Pariwisata, sebut Helvizar, mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor ekonomi lainnya, termasuk dalam menekan angka pengangguran.

"Pada daerah pariwisata angka pengangguran rendah. Karena investasi pariwisata kecil, namun mennggerakkan ekonomi yang besar. Dan pariwisata juga menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan ketenagakerjaan," sebut Plt Sekda.

Pemerintah Aceh, ujar Plt Sekda, saat ini sedang memfokuskan pengembangan pariwisata Pulau Banyak sebagai ikon baru wisata Aceh dan pengembangan agrowisata di wilayah tengah Aceh. "Fokus kita pemerintah saat ini menggerakkan ekonomi lewat sektor wisata," kata Plt Sekda.

Untuk itu, Plt Sekda Helvizar menganjurkan agar setiap agenda di gelar bergilir di setiap kabupaten/kota. Dengan demikian, setiap daerah dapat dikunjungi potensi wisatanya sehingga memacu perputaran ekonomi daerah setempat.

"Kita jangan terlambat. Mari kita berbenah dan sambut  terkait menggerakkan potensi wisata di daerah. Jika kita ingin mengejar kesejahteraan yang lebih baik kedepan, saya kira ini menjadi fokus kita kedepan," kata Helvizar.

Oleh karena itulah, Plt Sekda yang juga Kadis Transmigrasi dan Ketenagakerjaan itu memberi apresiasi kepada Biro Administrasi dan Pembangunan Sekda Aceh yang telah menggelar rakor di Pulau Banyak. Dengan demikian, dapat memberikan wujud konkrit dalam mendukung pengembangan daerah kepulauan tersebut.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, menyambut baik pelaksanaan Rakor di wilayah yang ia pimpin. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan wujud konkrit Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan strategis di Singkil. Sehingga Kabupaten tersebut dapat keluar dari predikat daerah tertinggal.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sangat terbuka dalam memberikan masukan-masukan. Sehingga membantu Kabupaten Aceh Singkil  maju dan berkembang seperti Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Aceh," kata Bupati.

Dulmusrid mengungkapkan, Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil relatif kecil. Oleh karena itu, pihaknya akan terus membenahi proses perencanaan pembangunan agar tidak ada lagi program dan kegiatan yang bersifat tumpang tindih.

"Sumber pendanaan yang minim itu kami gunakan untuk mendorong pengembangan  sektor unggulan Aceh Singkil.  Seperti pariwisata, infrastruktur untuk mendukung konektivitas antar wilayah di pedesaan, perikanan, pertanian, dan ekonomi," ujar Dia.

Oleh karena itulah, Dulmusrid sangat mendukung penyamaan persepsi dalam pembangunan antara provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian dapat menyatukan kekuatan untuk mencapai tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

"Mudah-mudahan sinergitas dan sinkronisasi ini dapat mencapai hasil terbaik. Sehingga visi misi Pemerintah Aceh, khusunya Aceh Singkil dapat tercapai. Sehingga Kabupaten Aceh Singkil yang masih berpredikat tertinggal dapat segera mensejajarkan diri dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh," pungkasnya. [Adv]
KOMENTAR