Plt Gubernur Aceh Luncurkan CoE Aceh 2019 dengan 100 Agenda Wisata

author photoRedaksi
23 Mar 2019 - 09:55 WIB

Peluncuran Calender of Event Aceh 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata
JAKARTA - Pemerintah Aceh dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya meluncurkan Calender of Event (CoE) Aceh 2019, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (22/3) malam.

CoE Mengusung tema "Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata 2019," terdapat 100 agenda wisata di Aceh sepanjang 2019, tiga di antaranya masuk kalender event nasional.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, Launching Calendar of Event Aceh 2019 bertujuan untuk memperkenalkan ragam daya tarik wisata dan keunikan atraksi daerah kepada wisatawan. Serta menarik minat wisatawan berkunjung ke Aceh yang juga bentuk komitmen pemerintah Aceh dalam mendukung kemajuan budaya dan pariwisata Aceh.

"Launching Calendar of Event Aceh 2019 adalah bukti kesungguhan kami mendukung pencapaian program pemerintah melalui kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia," kata Nova.

Plt Gubernur Aceh menambahkan, nantinya diharapkan dapat membangun semangat dan komitmen Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memperkenalkan daerahnya masing-masing sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan halal bagi setiap wisatawan.

Calendar of Events Aceh 2019 dibagi dalam dua segmen utama, yaitu 10 Top Event Aceh dan 90 Event Unggulan Aceh. Dari 10 Top Event Aceh 2019, tiga di antaranya masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful Indonesia 2019 yaitu Aceh Culinary Fest 2019, Saman Gayo Alas Fest dan Aceh Diving Fest, paparnya.

Sebagai destinasi wisata halal dunia atau World's Best Halal Cultural Destination, Aceh juga menjadi salah satu destinasi wisata halal melalui standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

"Semua atraksi wisata tersebut kami persembahkan kepada wisatawan melalui semangat branding wisata Aceh The Light of Aceh sebagai co-branding wisata nasional Wonderful Indonesia sebagai kebanggaan kita bersama," katanya.

Untuk itu, Nova meminta agar Menteri Pariwisata membantu percepatan pembangunan dan aksesibilitas yang mendorong sektor Pariwisata Aceh dan juga nasional seperti penambahan Rute penerbangan baru, yaitu Banda Aceh–Phuket, Sabang–Phuket, dan Banda Aceh–Singapura.

Khusus untuk Sabang, Nova meminta agar pemerintah pusat membangun Bandara Komersil dan Pelabuhan Kota Sabang.

Penampilan Tari Ratoh Jaroe Sanggar Rumoh Budaya memeriahkan peluncuran Calender of Event Aceh 2019
"Kiranya Bapak Menteri berkenan supaya dari 10 destinasi wisata Nasional di Indonesia, agar bisa ditambah 1 lagi yaitu Sabang, dan untuk ini, kami mohon dukungan Bapak Menteri untuk Pembangunan baru pelabuhan udara International Sabang dalam rangka percepatan Konektivitas ke Phuket -langkawi-Andaman Nicobar," sebutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2019. Menurutnya, peluncuran kalender wisata tersebut menunjukkan komitmen kepala daerah di Aceh yang ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat.

Menpar menyebutkan pariwisata Aceh mempunyai produk unggulan yang terkait dengan budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade). Semuanya dituangkan dalam atraksi wisata yang tahun ini memiliki 100 event. 10 event di antaranya menjadi unggulan dan 3 di antaranya masuk dalam 100 CoE Wonderful Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin mengatakan, dengan peluncuran COE Aceh 2019 di Jakarta akan berdampak positif pada perkembangan industri pariwisata di Aceh, serta semakin memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata halal yang patut diunggulkan di kawasan paling barat Republik Indonesia ini.

Jamaluddin menyatakan, tahun ini Pemerintah Aceh melalui Disbudpar menargetkan angka kunjungan wisatawan nusantara di Aceh sebanyak tiga juta jiwa dan wisatawan mancanegara 150 ribu orang.

Sementara, angka kunjungan wisatawan muslim ke Aceh, sebut Jamal, diharapkan akan meningkat, dari 35 ribu pada 2018 menjadi 40 ribu pada 2019.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, menyampaikan Calender of Event Aceh 2019 dibagi dalam dua segmen, yaitu 10 Top Event dan 90 Event Unggulan.

Untuk 10 Top Event Aceh disebutkan masing-masingnya Sabang Marine Festival (Sabang), Festival Ramadhan (Banda Aceh), Kemah Wisata (Simeulue), Aceh Culinary Festival (Banda Aceh), Pulau Banyak Festival (Pulau Banyak), Banda Aceh Coffee Festival (Banda Aceh), Danau Lut Tawar Festival (Aceh Tengah), Saman Gayo Alas Festival (Gayo Lues), Aceh Rapa'i Festival (Bireuen), dan Aceh Diving Festival (Sabang).

"Menariknya dari 10 Top Event Aceh tersebut, tiga even masuk dalam 100 of Event Wonderful Indonesia 2019 Kementerian Pariwisata, yakni Aceh Culinary Festival 2019, Saman Gayo Alas Festival, dan Aceh International Diving Festival," sebutnya.

Peluncuran Calender of Event Aceh 2019 turut dimeriahkan penampilan Tari Ratoh Jaroe Sanggar Rumoh Budaya, Pembacaan Puisi oleh Fikar Weda dan Keubitbit Band. Juga dilakukan penayangan TVC COE Aceh, Pameran UKM Aceh dan kopi Aceh serta makan malam bersama dengan menu khas Aceh.[Adv]
KOMENTAR