Peran Orangtua Sangat Penting di Era Milenial

author photoCitizen Journalism
8 Mar 2019 - 06:13 WIB

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat tantangan yang dihadapi orangtua, terutama para ibu, dalam mendidik anak-anaknya pun meningkat. Di era serba digital, orangtua dituntut tidak ketinggalan zaman. Mereka harus selangkah lebih maju ketimbang anak-anak sehingga mampu mengarahkan dan membimbing.

Tidak itu saja, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi di dalam keluarga dan pekerjaan terlebih lagi pada generasi milenial yang hidup dan tumbuh dengan dunia digital. Kondisi ini menjadi tantangan sendiri sehingga pola asuh dan bimbing tidak bisa seperti era-era sebelumnya.

Menjawab tantangan yang ada saat ini, Peran Orangtua di Era Milenial sangat penting untuk mengunakan dunia digital.

Nasri Irsyadi, menyatakan bahwa sangat penting peran kedua orangtua dalam mendidik anak-anak di era milenial sehingga bisa mengontrol dengan baik pemakaian dunia digital.

Selain itu, meningkatnya penggunaan gadget oleh orang tua juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Karena intensitas interaksi antara anak dan orang tua juga akan semakin menurun. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian Kanada, dimana didalamya di ungkapkan bahwa rata-rata orang tua menghabiskan 3,5 menit per minggu dalam percakapan yang bermakna.

Untuk mengatasi masalah pengasuhan anak di era digital, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua. Pertama, orang tua juga harus memahami internet dan media sosial. Orang tua dapat menjadi teman di akun jejaring sosial anak, sehingga anak menyadari tentang apa saja yang akan dipost dalam akunya akan di awasi oleh orang tuanya.

Kedua, diberlakukan pembatasan pengguanaan gadget pada waktu tertentu. Misalnya ketika sedang berkumpul bersama keluarga, setiap anggota keluarga dilarang memainkan handphone. Hal ini dilakukan agar suasana keluarga semakin harmonis dan tidak adanya miss komunikasi.

Ketiga, menemani anak saat sedang sibuk dengan gawainya. Upaya tersebut dilakukan bukan bermaksud untuk membongkar privasi, tetapi dimaksudkan agar orangtua mengetahui konten apa yang sering di akses. Dan juga memberikan edukasi kepada anak agar tidak menyalahgunakan internet atau media sosial untuk hal yang negatif.

Keempat, meluangkan waktu bersama anak meskipun hanya sebentar. Misalnya, saat akhir pekan melakukan jalan-jalan atau sekedar berbincang-bincang dirumah. Waktu tersebut, dapat digunakan untuk mebicarakan apa yang sedang dialami oleh anak dan mengungakapka uneg-uneg masing masing. Atau jika orang tua tidak sempat di waktu weekend maka, disetiap akan berangkat bekerja selalu ada komunikasi antara anak dan orang tua walaupun hanya beberapa menit.

Kelima, memasang aplikasi pemblokir konten negatif di ponsel anak. Ini bertujuan agar konten yang diakses oleh anak sesuai batasan usianya. Sehingga anak tidak terpengaruh terhadap hal-hal buruk dalam dunia internet maupun sosmed.

Selain kelima hal tersebut, ada hal yang sangat penting diperhatikan oleh orang tua yaitu selalu menanamkan nilai-nilai positif. Seperti penanaman nilai-nilai Pancasila kepada anak. Pada penerapannya, orang tua juga harus memberikan contoh dengan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kepribadian anak. Jika, pribadinya sudah baik maka pola pemikirannya juga akan mengikuti. 
KOMENTAR