Warga Tringgadeng Protes Tempat Usahanya di Bangun Asal Jadi

author photoKherry Leib
28 Feb 2019 - 06:46 WIB

PIDIE JAYA - Warga Keude Tringgadeng Kecamatan Tringgadeng Pidie Jaya mengaku sangat kecewa tempat usahanya dibangun asal jadi dan penyelesaiannya tidak tepat waktu.

Molornya pembangunan mengakibatkan penjualan turun dratis. Hal tersebut disampaikan Musliadi (43) salah satu pedagang yang tempat usahanya turut dibongkar oleh pelaksana proyek tersebut.

"Toko kami tidak rusak pada saat dibongkar kami masih jualan oleh pihak pelaksana meminta pada kami untuk memindahkan barang -barang karena toko akan direnovasi dalam jangka waktu paling lama satu tahun sudah bisa kami gunakan lagi kata pelaksana pada kami," ujarnya yang diamini rekan-rekannya seprofesi, Rabu (26/02/2019.

Tapi faktanya, imbuhnya, sudah satu tahun lebih masih seperti ini sudah tidak tepat waktu mutunya pun amburadul.

Selain protes dari warga, bangunan yang sumber dananya dari Otsus Propinsi 2018 tersebut juga diprotes keras oleh  Hasan Basri  anggota DPRK Pidie Jaya.

Menurutnya bangunan tersebut seharusnya selesai sebelum tahun 2019 tapi fakta nya sampai sekarang baru 70 persen yang dikerjakan lebih parah lagi mutunya sangat-sangat tidak berkualitas.

"Toko di pasar Tringgadeng sumber dananya dari Otsus Propinsi 2018 seharusnya selesai awal 2019 tapi sampai sekarang baru 70 persen dikerjakan, pihak pemerintah dalam hal ini Disperindagkop harus bertanggung jawab kenapa bisa mangkrak seperti itu bila dana kurang kenapa dibongkar semua,   kan bisa diperhitungkan bongkar dulu sesuai dana yang ada," ujar Anggota dewan.

Hasan basri juga menilai banyak bangunan yang terkesan mubazir sudah dibangun tapi tidak bisa dimanfaatkan seperti pasar Rakyat yang ada di Pantai Khutang, pasar di komplek terminal Meurah Dua, pasar ikan di Pangwa sejak dibangun sampai sekarang tidak pernah digunakan dan masih ada sejumlah pasar lainnya.

"Oleh karena itu saya mewakili masyarakat serta anggota Dewan lainnya meminta dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati untuk mengevaluasi kinerja dinas terkait," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Kadis Perindagkop Pidie Jaya Rapiati pada Theatjeh.Net mengatakan masalah terbengkalai atau kurang berkualitas toko diTringgadeng bukan tanggung jawabnya tapi itu semua urusan dan tanggung jawab dari Propinsi.

"Masalah bangunan pasar itu bukan ranah dan kami tidak berhak berkomentar, itu sudah dikelola dinas Propinsi tugas kami hanya mengontrol," kata Rapiati. (kh)
KOMENTAR