Ketua BMU Pijay: Masih Banyak Saniah-saniah yang Mengharapkan Rumah Layak Huni

author photoKherry Leib
15 Feb 2019 - 21:38 WIB

PIDIE JAYA - Barisan Muda Ummat (BMU) serahkan kunci rumah kepada Saniah Abu (47)  janda miskin warga  Desa Alue Majrun Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara pada Selasa 12 Februari 2019.

Ketua Barisan Muda Ummat Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA yang biasa disapa Toke Syi mengatakan Penyerahan kunci rumah layak huni kepada Saniah Abu dilakukan oleh ketua BMU pusat Tgk. HM. Yusuf Awahab (Tu Sop).

"Lima tahun lalu Ibu Saniah tinggal dirumah kontrakan bersama suami dan keluarganya di Idi, karena  bercerai dirinya  kembali ke kampung halaman  membuat rumah seadanya sebagai tempat berteduh bagi anak - anak  yang berjumlah tiga orang yang masih kecil," ungkap toke syi.

Seiring  waktu berjalan  rumah  yang terbuat dari bambu tersebut mulai lapuk  dimakan rayap dirinya tidak bisa berbuat banyak sebab penghasilan yang didapatkan dari  profesinya sebagai buruh tani hanya cukup untuk makan sehari - hari, tambah Toke Syi.

"Semoga apa yang telah kita berikan bisa meringankan beban hidup Ibu Saniah, kami yakin, kita semua yakin masih ada ratusan Saniah - saniah lain yang mengharapkan uluran tangan kita oleh karena itu kami atas nama ketua BMU Pidie Jaya mengajak  saudara - saudara untuk ikut berpastispasi dalam hal ini," ajak Sibral Malasyi

Untuk saat ini, jelas toke syi, sejak berdirinya BMU telah menyerahkan 18 Rumah layak Huni dan khusus untuk Pidie Jaya sebanyak 2 Unit.

Ketua Barisan Muda Ummat (BMU) pusat Abiya Rauhul Mudi yang didampingi Bendahara BMU Peduli Fitriadi mengatakan donasi untuk rumah BMU 016 ini dibuka mulai Tgl 29 Desember 2018-05 Januari 2019 selama 7 hari dengan jumlah donasi yang masuk mencapai Rp. 26.932.700 dari 316 donatur. 

Sementara dana yang dibutuhkan Rp. 26.229.000 dan sisanya akan diserahkan untuk rumah BMU 021 sedangkan untuk proses pembangunan rumah sepenuhnya ditangani oleh DPD BMU Aceh Utara, ujarnya.

Sementara itu Imam Besar BMU Pusat Tgk. H. M. Yusuf A Wahab saat penyerahan kunci rumah mengatakan, inilah kekuatan generasi awal islam yang dibangun rasullullah, sedekah itu tidak mesti dengan uang atau harta,  sedekah itu bisa saja dengan perbuatan ataupun hal lain yang dapat membantu makhluk Allah, bukan hanya manusia.

"Ibaratnya sisa makanan kita kasih ke ayam, jika kita niatkan sedekah kepada makhluk Allah kita akan mendapatkan pahala, tetapi kalau hanya kasih dan buang-buang saja tidak akan mendapatkan pahala," ujarnya. 

Lanjut Tu Sop, BMU membangun peradaban islam melalui nilai-nilai sosial, kekuatan sosial orang Aceh telah terbukti. "Kalau orang Aceh dahulu bisa beli pesawat, siapa tahu orang Aceh kini bisa membeli satelit yang sudah terjual," tutup Tu Sop. (KH)
KOMENTAR