Wagub Aceh Buka Secara Resmi Rakerkesda 2018

author photoPutri Ulan Dari
17 Apr 2018 - 16:19 WIB

ATJEH NET, BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT amanahnya, dalam pertemuan rakerkesda ini sangat terpenting rencana menurunkan angka melalui aksi tensi penanganannya, termaksud tampak dari efek fenomena cuaca iklim yang berubah terus terjadi sewaktu - waktu tidak menentu.

Disampaikannya, saat hadir membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah Aceh (RAKERKESDA), yang berlangsung selama satu hari di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa (17 April 2018).

"Hasil pembahasan dalam forum ini juga agar dapat menyusun programnya sehingga mampu menjawab segala penyakit yang timbul dari perubahan iklim cuaca melalui tekhnologi terbaru dan segenap jajaran yang bertugas secara integritas, mudah - mudahan terjalan semua aktivitas tersebut agar dapat terus menurunkan angkanya," harapannya Nova.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif menyampaikan, sangat kita khawatirkan pada angka kematian ibu yang disebabkan oleh pendaharan, faktornya kelalaian hingga telat penanganannya sendiri menjadi perhatian hingga justru sampai saat ini sudah sangat menurun angka kematian ibu khususnya di Aceh.

"Sudah kita peroleh data stanting dari hasil survey hampir rata - ratanya berkisar 30 persen keatas setara dengan daerah lain seluruh Indonesia, hal ini juga akibat dari akoalasi asupan gizi masyarakat tidak terjaga hingga sudah kronis artinya, kasus ini sangat cukup lama sudah tertanganin sebelumnya tidak bisa disembuhkan," katanya.

Selanjutnya, ada juga terdapat dua daerah agak sedikit tinggi angkanya kita peroleh langsung dari lapangan yaitu, Pidie dan Aceh Tengah.Namun, perlu adanya intervensi khusus kepada ibu hamil diharapkan, masyarakat dapat mengubah peluang pola asupan memperbanyak protein dan periksa kehamilan dengan baik ke Puskesmas terdekat.

"Saat kelahiran anak juga sangat perlu perhatian, agar dapat memberikan ASI Akslusif selama 6 bulan penuh sesuai anjuram, selanjutnya lebih dari usia anak lebih 6 bulan baru dapat memberikan makanan tambahan terjaga yang cukup betul," tegasnya Kadinkes Aceh. (Ulan)
KOMENTAR