SWIPE UP TO READ

Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat


THE ATJEH NET - Tabuhan Rapa’i menggema di halaman Pendopo Bireuen, Sabtu (3/10/2026), menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen.

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, SKM., MKM., secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut dengan menabuh Rapa’i secara bersama-sama.

Bukan sekadar bunyi pembuka sebuah perayaan, tabuhan Rapa’i itu menjadi simbol denyut nadi kebersamaan masyarakat Bireuen sekaligus menghadirkan kembali kekayaan seni dan budaya Aceh dalam momentum hari jadi daerah.

Mengusung tema “Bireuen Bershalawat”, peringatan HUT ke-27 tahun ini diarahkan bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat nilai keagamaan, kebudayaan, persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat masyarakat dalam membangun daerah.

Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026 tersebut akan menghadirkan perpaduan antara seni, budaya, olahraga, keagamaan, kreativitas masyarakat dan aktivitas ekonomi kerakyatan.

Rapa’i Menggema, Pesan Persaudaraan Digaungkan

Dalam sambutannya, Wabup Razuardi mengatakan, perjalanan Kabupaten Bireuen selama 27 tahun merupakan momentum penting untuk mensyukuri capaian yang telah diraih sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Menurutnya, usia 27 tahun tidak semata-mata menjadi angka dalam perjalanan sejarah pemerintahan Kabupaten Bireuen, tetapi menjadi refleksi perjalanan masyarakat dalam membangun daerah dari masa ke masa.

“Usia 27 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah momentum untuk bersyukur, melakukan evaluasi, sekaligus memperkuat tekad untuk membawa Bireuen semakin maju dan sejahtera,” ujar Razuardi.

Ia menyebutkan, peringatan HUT tahun ini memiliki suasana tersendiri karena masyarakat Bireuen masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Bencana tersebut tidak hanya merusak sejumlah permukiman dan fasilitas umum, tetapi turut memengaruhi mata pencaharian masyarakat, pendidikan, kesehatan, akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah.

Karena itu, kata Razuardi, perayaan HUT ke-27 hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian dan mendoakan masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

“Jalan dan jembatan mungkin bisa rusak akibat bencana, tetapi jangan sampai jembatan persaudaraan kita ikut rusak,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan sosial yang kokoh di tengah masyarakat.

Bireuen Bershalawat, Merawat Identitas Daerah

Razuardi mengatakan, tema “Bireuen Bershalawat” memiliki makna yang luas. Shalawat tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi semangat moral dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

“Kita ingin membangun Bireuen tidak hanya dengan pembangunan fisik, tetapi dengan ketakwaan, persaudaraan, kepedulian dan akhlak yang baik,” katanya.

Menurutnya, Bireuen memiliki akar budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Karena itu, seni tradisi dan kegiatan keagamaan perlu terus diberikan ruang agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Tabuhan Rapa’i pada pembukaan HUT ke-27 menjadi salah satu gambaran bagaimana seni tradisional dapat berjalan beriringan dengan nilai keislaman dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, Rapa’i bukan sekadar alat musik. Ia hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat dan menjadi bagian dari ekspresi seni yang diwariskan antargenerasi.

Karena itu, menghidupkan kembali seni tradisional dalam perayaan hari jadi daerah juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Bireuen agar tidak tergerus perkembangan zaman.

HUT Bireuen Menjadi Pesta Rakyat

Selain mengangkat seni, budaya dan keagamaan, rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen juga diarahkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya serta menggerakkan perekonomian daerah.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat ruang untuk memperkenalkan produk dan kuliner kepada masyarakat.

“Karena itu, rangkaian perayaan HUT ke-27 ini kita hadirkan sebagai pesta rakyat sekaligus ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan menggerakkan ekonomi,” ujar Razuardi.

Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari DPRK, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, mahasiswa, relawan hingga masyarakat umum.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Bireuen tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Dari Olahraga, Seni Tradisi hingga Syiar Keagamaan

Ketua Panitia HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, Ir. Fadhli Amir, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung mulai 3 hingga 12 Oktober 2026.

Berbagai kegiatan telah dipersiapkan dengan melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, TP PKK, pelajar, mahasiswa, anak usia dini, pemuda, masyarakat, pelaku UMKM dan berbagai elemen lainnya.

Kegiatan tersebut antara lain Piala Bupati Bireuen antarkecamatan, pameran UMKM dan kuliner, bola voli putri antarinstansi, permainan rakyat, lomba kreativitas, lomba azan tingkat PAUD, mewarnai dan melukis, tari tradisional, meurukon antarkecamatan, pentas seni, pameran literasi hingga berbagai kegiatan keagamaan.

Rangkaian perayaan juga akan diisi dengan jalan santai, upacara HUT Kabupaten Bireuen, perayaan Maulid, pertunjukan marawis, hadrah serta ceramah keagamaan.

Dengan demikian, HUT ke-27 tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi menjadi ruang perjumpaan berbagai generasi. Anak-anak diperkenalkan dengan kreativitas, pemuda diberi ruang berprestasi, pelaku UMKM menggerakkan ekonomi, sementara seni tradisional dan syiar keagamaan mendapat tempat di tengah masyarakat.


Menjadikan HUT sebagai Ruang Kebersamaan

Fadhli berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen dengan adanya dukungan dan partisipasi semua pihak dapat berjalan aman, tertib, lancar serta sukses,” kata Fadhli, yang juga menjabat Kepala Dinas PUPR Bireuen.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen didanai melalui APBK Bireuen Tahun Anggaran 2026, disertai dukungan sponsorship serta pihak-pihak lain yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan.

Pembukaan yang ditandai dengan tabuhan Rapa’i tersebut menjadi awal perjalanan menuju puncak perayaan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026.

Di tengah suara Rapa’i yang menggema, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang usia sebuah kabupaten. Ada harapan agar perjalanan 27 tahun Bireuen menjadi momentum untuk merawat sejarah, menghidupkan seni dan budaya, memperkuat nilai keislaman, menggerakkan ekonomi masyarakat serta memperkokoh persaudaraan.

Bireuen Bershalawat akhirnya bukan hanya menjadi tema perayaan, tetapi diharapkan menjadi semangat bersama: membangun daerah dengan kekuatan budaya, ketakwaan dan persaudaraan.(MS)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat
  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat
  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat
  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat
  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat
  • Wabup Razuardi Bersama Ketua PKK Buka Rangkaian HUT Bireuen ke-27, Rapa’i Menggema, Bireuen Bershalawat