Sawah Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Ditanami, Rp52,7 Miliar Digelontorkan
Pemulihan menyasar 8.074 hektare sawah. Sebanyak 975 hektare sudah memasuki tahap penanaman melalui dua program APBN
![]() |
| Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur memantau perkembangan sawah dalam pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur, Senin (14/9/2026). |
THE ATJEH NET — Pemulihan sawah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur mulai masuk tahap penanaman. Pemerintah mengalokasikan Rp52,795 miliar untuk menangani 8.074 hektare lahan melalui program optimalisasi dan rehabilitasi.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur Abdul Rahman mengatakan pekerjaan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi dan kesiapan lahan.
“Ini baru bertahap,” kata Abdul Rahman di Aceh Timur, Selasa, 15 September 2026.
Program pertama mencakup optimalisasi 6.304 hektare sawah terdampak bencana yang melibatkan 174 kelompok tani. Program tersebut mendapat dukungan APBN Rp28,9 miliar melalui Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.
Hingga Selasa, pengolahan tanah pada program optimalisasi telah mencapai 1.974 hektare. Dari luasan tersebut, 540 hektare sudah memasuki tahap penanaman.
Program kedua berupa rehabilitasi 1.770 hektare sawah dengan tingkat kerusakan sedang. Sebanyak 37 kelompok tani terlibat dalam program yang mendapat anggaran APBN Rp23,895 miliar melalui satuan kerja yang sama.
Pada program rehabilitasi, pengolahan tanah telah mencapai 1.005 hektare. Sementara lahan yang sudah ditanami mencapai 435 hektare.
Dengan demikian, dari total sasaran 8.074 hektare, pengolahan tanah telah dilakukan pada 2.979 hektare dan penanaman mencapai 975 hektare.
211 Kelompok Tani Terlibat
Secara keseluruhan, dua program pemulihan tersebut melibatkan 211 kelompok tani. Perbedaan antara luas lahan yang sudah diolah dan yang telah ditanami menunjukkan proses pemulihan masih berjalan.
Pemerintah daerah melanjutkan pekerjaan dari pengolahan tanah ke penanaman sesuai kesiapan masing-masing lahan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk mengembalikan sawah terdampak agar kembali dapat digunakan petani.
Abdul Rahman mengatakan program tersebut diarahkan untuk memulihkan aktivitas pertanian setelah bencana.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian Aceh Timur setelah terdampak bencana, sekaligus mendukung petani agar dapat kembali mengusahakan lahan persawahan mereka,” katanya.
Pemulihan 8.074 hektare sawah tersebut menjadi bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Tantangan berikutnya adalah memastikan lahan yang telah ditangani dapat berlanjut dari tahap pengolahan hingga penanaman dan kembali produktif bagi petani.
Baca Juga:
