SWIPE UP TO READ

Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut

BMKG memperingatkan gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan Aceh pada 3-6 Agustus 2026, nelayan diminta mengutamakan keselamatan.
Gambar Ilustrasi perahu nelayan berlayar di tengah gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan. BMKG mengingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan Aceh pada 3–6 Agustus 2026 serta mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran mengutamakan keselamatan.

MEULABOH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pelaku pelayaran menunda aktivitas melaut jika tidak mendesak menyusul potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Aceh pada 3-6 Agustus 2026.

Peringatan tersebut tercantum dalam informasi tinggi gelombang Nomor: BME.01.02/PDGT02/KBTJVIW2026 yang berlaku mulai Senin (3/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (6/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Rijal Sainsfikri, mengatakan kondisi itu dipengaruhi aktifnya Gelombang Equatorial Rossby, adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera turut meningkatkan penguapan sehingga kandungan uap air di atmosfer bertambah.

BMKG mencatat angin di wilayah Aceh umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-35 knot. Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Sabang-Banda Aceh, serta Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

Sementara itu, gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Selatan Simeulue, serta Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

Risiko juga meningkat bagi kapal tongkang saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan gelombang 1,5 meter. Sementara kapal feri berpotensi mengalami gangguan jika kecepatan angin mencapai 21 knot disertai gelombang setinggi 2,5 meter.

Karena itu, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum berlayar.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Meulaboh pada Senin pagi, cuaca masih didominasi hujan ringan disertai langit mendung yang menyelimuti kawasan tersebut sejak pagi hingga siang. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas cuaca di wilayah barat Aceh yang turut memengaruhi kondisi perairan.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut
  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut
  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut
  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut
  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut
  • Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Aceh, BMKG Minta Nelayan Tunda Melaut