Banjir Rusak Empat Jaringan Irigasi di Padang, Saluran 10 Meter Diperbaiki
Pemkot Padang mempercepat perbaikan irigasi di Kuranji dan Pauh agar pasokan air ke sawah kembali normal.
![]() |
| Pemko Padang Pulihkan Empat Irigasi Sawah Pascabanjir |
PADANG — Banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026 merusak empat jaringan irigasi yang mengairi lahan pertanian di Kecamatan Kuranji dan Pauh. Salah satu kerusakan terjadi pada saluran D.I Ampang Beringin sepanjang sekitar 10 meter.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mempercepat penanganan empat daerah irigasi tersebut agar distribusi air ke sawah warga kembali normal.
Empat jaringan yang terdampak adalah D.I Guo Atas, D.I Lolo 1, dan D.I Ampang Beringin di Kecamatan Kuranji serta D.I Limau Manis di Kecamatan Pauh.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing jaringan. Tim lapangan juga terus memantau kondisi irigasi untuk menentukan penanganan yang diperlukan.
Di D.I Guo Atas, petugas mulai melakukan Operasional Pemeliharaan (OP) sejak 5 Agustus. Pekerjaan difokuskan pada pemulihan aliran yang mengairi lahan pertanian di kawasan Guo.
Sementara perbaikan D.I Lolo 1 telah masuk tahap pelaksanaan oleh penyedia jasa CV Erindo Ihsan Persada dengan menggunakan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Kerusakan lebih berat ditemukan di D.I Ampang Beringin. Saluran sepanjang sekitar 10 meter rusak dan ditangani melalui pekerjaan darurat menggunakan anggaran Operasional Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA).
Adapun di D.I Limau Manis, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, perbaikan bendungan sedang berlangsung. Kontraktor CV Generasi Baru telah mendirikan direksi keet dan memobilisasi alat berat ke lokasi.
“D.I Guo Atas yang terdampak telah diatensi oleh anggota kita dengan kegiatan Operasional Pemeliharaan (OP) mulai tanggal 5 Agustus,” kata Malvi.
Menurut dia, penanganan dilakukan dengan menyesuaikan metode pekerjaan terhadap kondisi kerusakan di setiap jaringan irigasi.
“Laporan hasil tim monitoring PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1 di lapangan mencakup penanganan D.I Lolo 1, perbaikan saluran rusak berat sepanjang kurang lebih 10 meter di D.I Ampang Beringin, serta pengerjaan bendungan di D.I Limau Manis,” ujarnya.
Kerusakan jaringan irigasi menjadi persoalan penting dalam pemulihan pascabanjir karena dapat mengganggu pasokan air ke lahan pertanian. Jika tidak segera ditangani, kerusakan saluran berpotensi menghambat aktivitas budidaya petani.
PUPR Kota Padang menyatakan pemantauan dan perbaikan terus dilakukan agar jaringan irigasi kembali berfungsi. Pemulihan tersebut ditujukan untuk memastikan petani dapat kembali mengolah sawah setelah banjir.
Baca Juga:

