Festival Ramadhan Aceh, Wagub Dorong Syiar Islam dan Pelestarian Budaya Islami
0 menit baca
![]() |
| Wagub memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadhan 1447 H |
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum untuk menampilkan kekayaan tradisi Islami masyarakat Aceh kepada publik nasional. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengajak seluruh dinas terkait menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana syiar Islam sekaligus memperkenalkan adat dan budaya Aceh yang tumbuh bersama nilai-nilai keislaman.
Hal tersebut disampaikan Fadhlullah saat memimpin rapat koordinasi peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadhan 1447 H di ruang Potensi Daerah Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa Festival Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan kekhasan budaya masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
“Festival Ramadhan ini harus kita manfaatkan dengan baik dalam upaya kita mensyiarkan Islam dan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh kepada saudara se-Nusantara, khususnya adat dan budaya masyarakat Aceh dalam memeriahkan bulan mulia ini,” ujar Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh.
Menurutnya, Aceh memiliki tradisi Ramadhan yang kuat dan sarat nilai kebersamaan, mulai dari tradisi berbuka puasa bersama hingga berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di masjid-masjid dan meunasah di seluruh daerah.
Fadhlullah juga mengungkapkan bahwa kegiatan Festival Ramadhan tahun ini direncanakan akan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat.
“Insya Allah kegiatan ini akan dihadiri oleh Mendagri, beberapa menteri, serta anggota DPR RI yang juga menyatakan kesiapan dan antusiasmenya hadir ke Aceh untuk melihat langsung semarak Ramadhan di Aceh,” kata Fadhlullah.
Kehadiran para pejabat pusat tersebut diharapkan semakin memperkuat promosi Aceh sebagai daerah yang konsisten menjaga nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan masyarakatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedi Yuswadi menjelaskan bahwa Festival Ramadhan juga akan menjadi momentum penting dalam pelestarian warisan budaya Aceh.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional.
Penetapan tersebut menegaskan posisi Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya sebagai pusat ibadah umat Islam di Aceh, tetapi juga sebagai simbol sejarah, identitas, dan kebanggaan masyarakat Aceh.
Dedi menambahkan, penutupan Festival Ramadhan yang dipusatkan di kompleks Masjid Raya Baiturrahman akan diisi dengan berbagai atraksi budaya khas Aceh yang menggambarkan tradisi masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa.
Salah satu tradisi yang akan ditampilkan adalah Idang, yaitu hidangan berbuka puasa yang disajikan secara bersama-sama di sekitar taman Masjid Raya Baiturrahman.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai kuliner khas Ramadhan seperti ie bu peudah atau bubur pedas serta ie bu kanjie atau bubur kanji yang akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Tradisi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh, terutama selama bulan Ramadhan.
Penutupan Festival Ramadhan juga akan dirangkaikan dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an serta pelaksanaan salat tarawih berjamaah yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman.
Momentum tersebut diharapkan menjadi puncak perayaan spiritual sekaligus budaya yang memperlihatkan harmonisasi antara nilai religius dan tradisi masyarakat Aceh.
Rapat koordinasi persiapan kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Aceh, di antaranya Marzuki Alibasyah selaku Kapolda Aceh, Yudi Triadi, perwakilan dari Kodam Iskandar Muda, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Aceh Nanang Agus Sutrisno.
Selain itu, rapat juga dihadiri para asisten, staf ahli gubernur, serta kepala satuan kerja perangkat Aceh yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Melalui Festival Ramadhan, Pemerintah Aceh berharap tradisi dan budaya Islami masyarakat Aceh dapat semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat citra Aceh sebagai daerah yang menjaga warisan budaya dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

