Di Bawah Binaan Kejari Bireuen, Gampong Cot Gapu Raih Penghargaan Gubernur Aceh
0 menit baca
BIREUEN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menyambut baik penetapan Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, sebagai salah satu desa berkinerja baik dalam konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025 oleh Gubernur Aceh. Penghargaan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh Nomor 400.10/10f/ 2025, yang menegaskan komitmen desa binaan Kejari Bireuen dalam membangun masyarakat sehat, transparan, dan bebas korupsi.
Sebagai desa binaan sejak beberapa tahun terakhir, Gampong Cot Gapu menerima pendampingan intensif dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Bireuen. Program pendampingan meliputi tata kelola keuangan desa, pencegahan penyimpangan anggaran, penguatan integritas aparatur, serta pemanfaatan dana desa untuk program kesehatan, termasuk pencegahan stunting.
"Kami bangga melihat hasil nyata dari program binaan ini. Gampong Cot Gapu bukan hanya menjadi model desa anti-korupsi, tetapi juga berhasil menerapkan konvergensi pencegahan stunting secara efektif. Ini bukti bahwa tata kelola yang baik mendukung pencapaian target pembangunan nasional, seperti penurunan stunting di bawah 14 persen sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021," ujar Kepala Kejari Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H., Jumat (15/8/2025).
Munawal menambahkan, capaian ini sejalan dengan program prioritas Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., melalui inisiatif Adhyaksa Peduli Stunting, di mana Kabupaten Bireuen menjadi salah satu daerah terpilih.
Saat ini, Gampong Cot Gapu tengah menjalani proses penilaian dan verifikasi di tingkat Kementerian Desa di Jakarta. Jika lolos tahap tersebut, tim penilai akan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Bireuen.
Pendampingan Kejari Bireuen juga melibatkan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Bireuen, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga, edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, peningkatan akses sanitasi, penguatan layanan posyandu, hingga kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, Kejari Bireuen berkomitmen memperluas program binaan ke desa-desa lain di Bireuen. "Kami ingin desa binaan tidak hanya bebas korupsi, tetapi juga menjadi motor kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat," tegas Munawal.
