Dinkes Aceh Utara: Waspadai Kecacingan, Salah satu Penyebab Stunting pada Anak

Sosialisasi Pemberian obat pencegahan massal cacingan oleh petugas kesehatan 






 
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara meminta kepada semua orang tua untuk mewaspadai anak agar tidak terkena kecacingan yang dapat menjadi penyebab stunting karena mengganggu penyerapan asupan gizi anak secara optimal.

“Jadi lindungi anak-anak kita agar tetap jadi generasi unggul dan tidak digerogoti cacing. Investasi itu harus bagus jangan cacing,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Amir Syarifuddin, SKM, MM, Selasa (21/11/2023).

Amir Syarifuddin menuturkan kecacingan merupakan salah satu jenis penyakit parasit, yang masuk dalam kategori Penyakit Tropis Terabaikan (NTD). Kejadian kecacingan juga sudah banyak ditemukan sejak ratusan tahun lalu.

Ketika seorang anak menderita kecacingan, terdapat sebuah cacing yang masuk ke dalam tubuh dan menjadi parasit. Cacing itu akan menggerogoti nutrisi serta berbagai zat gizi lainnya, sehingga kebutuhan gizi anak menjadi tidak terpenuhi.

Akibatnya, anak berpotensi terkena anemia dan berakhir terkena stunting. Sebab, nutrisi yang diambil secara terus menerus mampu membuat anak masuk ke dalam kondisi malnutrisi kronis.

Dan, kecacingan pada ibu hamil juga bisa menyebabkan Anemia. Jika ibu hamil terkena anemia secara otomatis akan berdampak pada janin yang dikandung jga. 

Dampak lebih lanjut yang bapak Amir Syarifuddin sebutkan Dr kecacingan adalah  terkena anemia dan stunting, IQ atau kemampuan intelektual anak di sekolah menjadi berkurang. Anak tidak dapat fokus mengikuti pembelajaran sehingga menurunkan daya saing.

“Kecacingan juga bisa membuat sumbatan usus. Ada juga yang tidak bisa BAB karena ususnya tersumbat cacing dalam jumlah besar, tentu saja kita tidak ingin ini terjadi pada anak-anak kita,” ujar Kepala Dinkes .

Sayangnya, masih banyak pihak yang mengabaikan kecacingan. Kecacingan sangat berkaitan dengan sanitasi bersih dan higienis. Meski menjadi parasit, kecacingan pada anak bisa dicegah.

Salah satunya melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berupa cuci tangan teratur sebelum makan, potong kuku atau Buang Air Besar (BAB) pada tempatnya. Dengan demikian dirinya berharap tidak ada satupun pihak yang menyepelekan kecacingan, sehingga kualitas generasi masa depan tetap unggul dan memiliki daya saing tinggi.

POPM Kecacingan

Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) adalah pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan cacing secara serentak kepada semua  sasaran di wilayah aceh, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan kecacingan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Utara melaksanakan POPM Penyakit di Seluruh Kecamatan yang berada di Wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Kabid P2P dr. Ferianto melalui petugas Dinkes untuk program filariasis dan kecacingan, Hajjul Baita menyampaikan, kegiatan POPM dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dini terhadap bahaya kecacingan pada Balita sampai anak berusia 12 tahun. 

"Kegiatan ini sangat penting, dalam upaya pencegahan dini kepada Balita dan anak usia 12 tahun terhadap bahaya penyakit kecacingan," katanya.

Kegiatan tersebut menyasar kelompok balita, anak usia pra sekolah dan anak usia sekolah yang berumur 1 tahun sampai dengan 12 tahun. "Diharapkan dengan adanya kegiatan pemberian obat kecacingan maka tingkat kejadian kecacingan dapat menurun serta dapat mencegah lebih dini terhadap bahaya penyakit kecacingan," harapnya.

Hajjul Baita mengatakan, kecacingan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak-anak dan ibu hamil juga. Menurutnya, meskipun cukup umum ditemui di sekitar kita, sayangnya masih banyak pihak yang mengabaikan kecacingan.

"keCacingan dapat menyebabkan stunting karena akan mengganggu penyerapan asupan gizi, terutama karbohidrat dan protein, pada anak. Kalau tidak ditangani dengan serius, kecacingan dapat menyebabkan malnutrisi kronis. Akibatnya, IQ dan kemampuan intelektual anak menjadi berkurang, yang berpotensi menurunkan daya saing mereka," tambahnya.

Selain itu, kecacingan akan menghambat perkembangan mental dan fisik penderitanya. Anak akan lebih rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya menurun. Kehilangan darah dalam tubuh dapat menyebabkan anemia dan meningkatkan risiko anak terkena stunting. 

Kegiatan POPM Kecacingan dilaksanakan 2 kali dalam setahun melalui 2 tahap yaitu tahap 1 dilaksanakan bulan Februari dan tahap 2 pada bulan Agustus. "Pemberian Obat Pencegahan secara Massal keCacingan di Aceh Utara capaiannya rata-rata di setiap puskesmas mencapai hingga 80%," pungkas Hajjul Baita.

Apa saja efek samping obat cacing?

Ada banyak jenis obat cacing atau yang disebut obat anthelmintic. Obat ini digunakan berdasarkan apa cacing penyebab infeksi yang terjadi dalam tubuh. Ada cacing gelang, cacing, kremi dan lain sebagainya.

Hajjul Baita menyebutkan, Efek minum obat cacing bsa mengakibatkan muntah, mual dan pusing. "Itu terjadi apabila kondisi anak kurang sehat atau belum sarapan. Waktu terbaik pemberian obat cacing itu setelah sarapan pagi dan dihadapan tenaga kesehatan. Apabila terjadi efek yang disebut diatas bisa langsung ditangani Tim kesehatan."

Pengobatan dengan obat cacing pada ibu hamil dan ibu menyusui memang tidak disarankan, karena mungkin dapat beresiko pada janin. Mengingat efek samping yang timbul, seperti mual dan muntah, maka resiko cairan keluar dari tubuh dan kurangnya nafsu makan dapat terjadi. 

"Bagi Bumil, sebelum minum obat cacing, disarankan untuk cek lab dengan membawa sedikit kotoran (faeses) dan konsultasikan diri ke dokter terdekat. Jika Bumil sedang cacingan, hindari menggaruk anus meskipun terasa gatal. Bumil juga perlu membilas area anus dengan air mengalir untuk mengurangi jumlah telur cacing," tutup petugas Dinkes untuk program filariasis dan kecacingan, Hajjul Baita. [Adv]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru