Berlomba dan Bersegera dalam Mengerjakan Amal Kebaikan

author photoRedaksi
13 Apr 2022 - 09:35 WIB


Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengajak warga agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Allah Swt untuk melakukan amal kebaikan. Karena dalam Al-Qur’an Allah Swt memotivasi hamba-Nya agar memanfaatkan kesempatan beramal saleh.


“Jika kita melihat peluang beramal saleh yang Allah berikan, maka kita tidak boleh membiarkan peluang itu berlalu begitu saja, dengan kata lain Allah mendorong kita agar kita segera melakukan amal saleh, atau ber- fastabiqul khairat, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Albaqarah ayat 148 yang artinya, ‘Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepada-Nya, maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan,” kata Farid saat menyampaikan ceramah Tarawih di Masjid Al-Huda, Gampong Laksana, Selasa malam (12/4/2022).


Menurut Farid, kata fastabiqul khairat menekankan pernyataan kepada seorang muslim untuk bersegera, berlomba, serta menjadi yang terdepan dalam mengerjakan amal saleh, artinya seorang muslim harus menjadi yang terdepan ketika melihat amal kebaikan di depan matanya. Dan dia tidak akan membiarkan didahului oleh orang lain dalam mengerjakan amal tersebut.


“Dan untuk yang demikian itu hendaklah orang berlomba-lomba,” papar Farid mengutip QS. Al-Muthaffifin ayat 26.


Farid mengatakan, alasan pertama seorang muslim harus berlomba dalam melakukan amal kebaikan, yakni waktu yang dimiliki hanya saat itu saja, maknanya apa yang terjadi ke depannya dia tidak pernah mengetahuinya, sementara dia juga tidak bisa memiliki harinya yang kemarin lagi.


“Yang milik kita hanya hari ini dan saat ini, yang kemarin sudah berlalu. Sementara esoknya kita tidak mengetahui apakah Allah masih memberikan kesempatan untuk berpuasa atau beramal sakeh kepada kita atau tidak,” katanya.


Farid juga menyampaikan, Rasulullah saw juga mengingatkan umatnya dua kenikmatan yang membuat orang lalai di dalamnya, yakni nikmat kesehatan dan nikmat waktu senggang. Ketika Allah Swt memberikan fisik yang sehat, seseorang itu tidak bisa menjamin dia bisa sehat sampai tua. Ada juga sebaliknya, ada yang sudah tua namun belum dipanggil oleh Allah Swt, artinya Allah Swt masih memberikan kesempatan kepada orang tersebut.


“Hari ini Allah masih memberikan kesempatan kepada kita dan tidak ada satu pun di antara kita yang bisa menjamin bahwa bisa hidup sampai besok, bertemu dengan Ramadan yang akan datang karena itu mari bersama kita ber- fastabiqul khairat,” ujarnya.


Farid melanjutkan, alasan kedua seseorang harus berlomba dalam melakukan amal kebaikan karena amalan itu tidak bisa dikerjakan oleh orang lain, kitalah yang harus mengerjakan amal-amal tersebut, bukan orang lain.


“Masing-masing kita akan menjumpai Allah Swt dengan amal kita, tidak bisa menyalahkan orang lain, karena kita sendiri yang mengerjakannya, dan mempertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah Swt nanti,” kata Farid sambil mengutip surah Al-Zalzalah ayat 7-8.


Alasan ketiga, yakni kemuliaan dan keridhaan Allah Swt ada pada ketaatan dan kedekatan seseorang terhadap Allah Swt. Semakin dekat dengan Allah maka Allah juga akan ridha terhadap orang tersebut.


“Derajat seorang di hadapan Allah ditentukan sejauh mana kesungguhan dia merespons dan mengerjakan yang Allah hadirkan di depannya,”ujarnya.


Ketua DPD PKS Banda Aceh ini juga mengingatkan, salah satu amal yang paling baik untuk mengawali hari adalah dengan bersedakah atau berinfak di waktu subuh.


“Esok setiap subuh, mari kita siapkan sedekah/infak sehingga ketika hendak ke masjid, masukkan sedekahnya ke dalam celengan di masjid sambil meniatkan agar Allah teruskan pahala kepada orang tua yang telah mendahului kita dan orang-orang yang kita cintai,” katanya.

Adapun yang terakhir, seorang muslim harus berlomba melakukan amal kebaikan sebab setiap waktu ada aktivitasnya sendiri. Oleh karena itu, saat tiba waktu mengerjakan suatu amalan maka pentingnya segera menunaikannya sebelum tiba waktunya mengerjakan amal yang lain.


“Saat bulan Ramadan maka kesempatan kita untuk berpuasa, lalu saat azan berkumandang itu waktunya kita salat. Begitu juga dengan amal ibadah yang sudah ditentukan waktunya untuk kita dikerjakan,” ujarnya. [Adv]

KOMENTAR