Aprindo Aceh Harap Minyak Goreng Kemasan Juga Masuk Melalui Aprindo

author photoRedaksi
15 Mar 2022 - 17:39 WIB



Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Aceh, Ramli, meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, agar minyak goreng kemasan juga masuk melalui Aprindo Aceh.

Ramli menyampaikan sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI telah memutuskan bahwa penyaluran minyak goreng khususnya kemasan harus melalui Aprindo. Sementara, kepengurusan Aprindo di Aceh belum terbentuk.

Kara Ramli, 10 tahun lalu pengurus Aprindo Aceh pernah ada. “Selama itu tidak ada, akhirnya ditunjuklah saya dari pusat untuk membentuk struktur ini,” ungkap Ramli, Selasa 15 Maret 2022.

Karena itu, Ramli telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah 70 swalayan, terutama di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam waktu satu minggu, pihaknya telah selesai membentuk kepengurusan. Tetapi, saat ini masih belum dilakukan pelantikan.

“Mungkin dalam waktu dekat akan pelantikan. Setelah pelantikan nanti, kita akan bergerak ke kabupaten/kota untuk menyusun struktur,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh itu, mengatakan kekurangan provinsi ini adalah belum memiliki distributor sendiri. Sedangkan, kebutuhannya terbilang cukup besar sehingga menjadi tidak terpenuhi.  

Ketika kunjungan Mendag RI, Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu, dirinya ditunjuk sebagai salah satu distributor minyak goreng curah di Aceh.  

Di sisi lain, Ramli menilai bahwa kebutuhan minyak curah di Aceh sebanyak 60 persen. “Alhamdulillah, sehari yang lalu kita masuk sekitar lima tangki yang wilayahnya saya, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang,” sebutnya.

Ia bersyukur saat ini harga minyak goreng curah sudah mengalami penurunan. Ramli menyebutkan harga yang ditetapkan oleh pemerintah ialah Rp11.500 per liter dan Rp12.800 per kilogram (kg).  “Saya minta kepada masyarakat jangan jual lebih. Sedangkan saya bagi untuk mereka Rp11.700 per kg, jadi masih banyak untung,” terangnya.

Ramli juga meminta kepada masyarakat agar tidak khawatir karena minyak goreng tersedia. Khusus minyak curah, ia menjamin itu akan tercukupi.

Ketua Organisasi Angkatan Darat (Organda) Aceh ini juga menaruh harapan supaya di masa mendatang Aceh memiliki distributor sendiri baik untuk minyak goreng curah maupun kemasan. “Nantinya, hal ini akan memudahkan para distributor untuk membagikannya dan masyarakat tidak kesulitan,” kata Ramli.

Apalagi, kata Ramli, mendekati bulan suci Ramadan lazimnya masyarakat akan menyerbu pembelian minyak goreng untuk distok. Harapannya di tahun 2022 ini ketersediaan stok minyak goreng cukup. “Jangan berlebih dalam membeli minyak goreng untuk menghindari kelangkaan di pasaran. Kelangkaan menyebabkan harga minyak goreng melonjak,” pesannya. [Adv]
KOMENTAR