Sumringah Abdulatif Pengungsi Banjir Aceh Terima Bantuan: Terima kasih Presiden

author photoRedaksi
7 Jan 2022 - 22:32 WIB

Aceh Utara - Semangat sumringah seorang pengungsi banjir di Aceh, Abdul Latif (67) warga Desa Alue Kunto, Kecamatan Syamtalira  Arun, Kabupaten Aceh Utara saat menerima paket sembako bantuan dari Presiden RI Joko Widodo.

Bahkan Dia mengaku pasca banjir selama lima hari kekurangan makan yang sulit didapat, namun dengan adanya bantuan, Dia mengungkapkan, harapannya senang sekali dan bisa membuat terhibur dirinya.

"Saya senang sekali terima bantuan ini, karena sudah lima hari di pengungsian makanan kurang. Namun adanya bantuan ini saya senang dan terhibur. Terima kasih Pak Presiden Jokowi," ungkapnya dengan gerak sumringa saat diwancarai sejumlah wartawan.

Selain Abdulatif, juga diakui oleh pengungsi lainnya, Maimunah, Asbih dan M. Suriadi merupakan Kecik Desa Alue Kunto, Dia mengaku selain senang juga sangat terbantu dengan adanya paket sembako yang diterima untuk warganya. Sebab pasca banjir hanya bisa pasrah dan sabar walaupun kekurangan asupan makanan di pengungsian. "Terima kasih Pak Presiden," ungkapnya dengan nada semangat.

Diketahui, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan bantuan sebanyak 15.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh, khususnya Tiga Kabupaten yakni Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Sespri Presiden Kapten Inf Nofri Arita dan Iptu Ismail yang diterima Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Bayu Permana, di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh, Jum'at (07/01/2022).

Adapun Tiga wilayah menerima bantuan terdampak pasca banjir, yakni Kabupaten Aceh Utara sebanyak 13.610 KK, Kabupaten Aceh Timur 810 KK, dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 580 KK.

Bencana alam banjir melanda hampir seluruh Kecamatan di Wilayah Kabupaten Aceh Utara terendam air banjir. Walaupun saat ini, air banjir sudah berangsur surut, namun air belum habis mongering dan lumpur masih mengendap di dalam maupun sekeliling rumah penduduk.
KOMENTAR