Korem 011/Lilawangsa Jalin Silaturahmi Dengan Mahasiswa Papua di Aceh

author photoRedaksi
24 Sep 2021 - 15:29 WIB

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa menerima serasehan (pertemuan) dengan sejumlah mahasiswa asal Papua, di Warkop seputaran Kota Lhokseumawe, Rabu 22 September 2021.

Acara berlangsung penuh keakraban dalam silaturrahmi antara intansi TNI Korem 011/Lilawangsa yang dihadiri Kasi Intel Korem 011/LW Mayor Inf Hendra dengan 10 mahasiswa asal Papua.

Kegiatan itu disambut positif oleh mahasiswa asal Papua "kami senang dan bahagia dengan silaturahmi ini, apalagi bapak- bapak TNI ini pernah ditugaskan di tanah Papua sebelumnya sehingga kami cepat merasa akrab, sudah seperti saudara saja", ujar salah satu mahasiswa penerima beasiswa ADik Dikti, Ade Osea.

Satuan Korem 011/LW menggundang para mahasiswa tersebut bertujuan agar mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Lhokseumawe dan sekitarnya dapat merasakan aura persahabatan dan persaudaraan yang utuh di tengah eskalasi konflik yang sedang meningkat di kampung halamannya di Papua, kata Kasi Intel Korem 011/LW.

Sementara itu, Dosen Unimal Dwi mengatakan, Universitas Malikussaleh  sendiri merupakan salah satu universitas favorit yang dituju oleh adik-adik mahasiswa. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peminat yang diterima setiap tahunnya jumlah mereka adalah belasan orang" ujarnya.

"Keberadaan mereka menambah nuansa keberagaman dalam bingkai NKRI. Selama menjadi mahasiswa Unimal, kontribusi mereka dalam kegiatan kemahasiswaan juga cukup aktif sehingga jelas terlihat nasionalisme anak Papua masih sangat kentara dalam perbauran. Demikian dosen Dwi menutupi wawancara singkatnya.

Diketahui sebanyak 10 Orang Mahasiswa asal Papua tersebut merupakan penerima Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) program khusus dari Ditjen Perguruan Tinggi  Indonesia yang hadir sesuai amanat Undang Undang No.20 Tahun 2003.

Sistem pendidikan nasional tersebut sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan belajar di perguruan tinggi yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Selain itu, program ini ditujukan bagi anak bangsa yang berasal dari Papua dan Papua Barat serta wilayah 3T yaitu Terdepan, Terluar dan Tertinggal serta anak TKI dari wilayah perbatasan.
KOMENTAR