Oknum Kepsek SMP Negeri 4 Diduga "Sulap" Penggunaan Dana BOS Kinerja

author photoM. Sulaiman
19 Agu 2021 - 17:12 WIB

BIREUEN- Program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukan bagi setiap sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran bagi seluruh siswa.


Dana BOS tersebut juga bervariasi yang diperuntukan bagi siswa, dimana dana BOS sesuai tingkatan mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Selain itu dana BOS yang diperuntukan untuk siswa juga ada tiga katagori, yaitu ada dana BOS Reguler, dana BOS Kinerja, dan dana BOS Afirmasi.


Namun diketahui berbeda dengan sekolah SMP Negeri 4 Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, diduga penggunaan dana BOS Kinerja telah disulap oleh oknum Kepala Sekolah. Hal itu disampaikan oleh salah satu guru kepada media ini.


Menurutnya oknum kepala sekolah tersebut telah melakukan kegiatan baik pengecatan ruang kantor maupun pemasangan pompa air para guru tidak diketahui dana dari mana, dikarenakan tidak ada pemberitahuan, selain itu para guru tidak mengetahui terkait ada bantuan dana Bos Kinerja di sekolahnya, bahkan diketahui tidak sesuai yang terjadi kondisi pekerjaan yang terlihat di sekolah.


"Uang dana Bos yang masuk kerekening sekolah telah diambil dan dikelola kepala sekolah, dan segala sesuatu pekerjaan maupun pelaksanaan kegiatan dilakukannya sendiri, tanpa ada musyawarah dengan bendahara maupun dewan guru, "ujarnya guru sekolah tersebut yang meminta Media ini untuk tidak menulis namanya, pada Kamis (19/8/2021).


Dikatakannya, pekerjaan yang dilaksanakan tentang beberapa kegiatan rehab ringan disekolah juga dikerjakan tidak memadai dengan besaran anggaran yang diterima.


Diketahui juga, dana Bos Kinerja tersebut tidak semua sekolah mendapatkan, hanya sekolah yang lebih membutuhkan. Dana Bos Kinerja tersebut sebanyak Rp 60.000.000 yang diberikan pemerintah, namun oknum kepala sekolah tersebut hanya melakukan beberapa kegiatan dengan dana Bos Kinerja.


Terkait penggunaan dana Bos tersebut media ini telah menghubungi melalui hand phone kepala sekolah, namun dengan nada panggilan masuk tak diangkat, selain itu media ini juga mengirim pesan WhatsApp Pribadinya namun juga tidak ditanggapi.(MS)
KOMENTAR