Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Seulawah 2021 Pengamanan Idul Fitri 1442 H di Wilayah Hukum Polres Lhokseumawe

author photoRedaksi
6 Mei 2021 - 17:55 WIB

LHOKSEUMAWE - Dalam rangka persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Resor Lhokseumawe melaksakan apel gelar pasukan Ops Ketupat Seulawah 2021, acara tersebut berlangsung di halaman apel Mapolres Lhokseumawe, Rabu (5/5/2021).

Apel gelar pasukan ini dipimpin oleh Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya yang diwakili wakil walikota, Yusuf Muhammad dan diikuti personel jajaran Polres Lhokseumawe, TNI, Satpol PP dan WH, Damkar dan Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe.

Saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Walikota mengatakan, operasi ketupat yang digelar ini dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif saat Idul Fitri 1442 H.

"Sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri. Baik aspek sarana maupun prasarana, serta keterlibatan unsur TNI, Polri, Pemda serta mitra Kamtibmas lainnya," ujarnya.

Menurutnya, menjelang hari raya ldul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya ldul Fitri.

"Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19," kata Yusuf Muhammad.


Presiden Joko Widodo, tambahnya, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman
terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur ldul Fitri pada tahun 2020/1441 H.

Meskipun begitu, sambung wakil walikota, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan Jarangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik.

"Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi," jelas Yusuf Muhammad.

Diakhir amanatnya, Kapolri mengucapkan terimakasih kepada personel dan semua unsur yang telah ikut berpartisipasi dalam Ops Ketupat 2021 mengamankan hari Raya Idul Fitri 1442 H.
KOMENTAR