Danrem Baskoro: Personel Penerangan Miliki Peran Penting

author photoRedaksi
7 Apr 2021 - 15:20 WIB

LHOKSEUMAWE –Personel Penerangan di satuan memiliki peran penting, baik di Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa maupun satuan jajaran di bawahnya.

Peran penting tersebut khususnya dalam menyebarluaskan kegiatan positif, akurat dan yang nyata dilakukan para prajurit TNI, Babinsa bersama masyarakat, baik melalui media cetak, media elektronik maupun media online.

Hal itu dikatakan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro pada saat membuka penataran Jurnalistik penulisan Berita, Foto dan Video, di Mess Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021).

Penataran jurnalistik yang digelar Penerangan Korem 011/Lilawangsa terpusat berlangsung selama tiga hari, Selasa sampai dengan Kamis 8 April 2021, dan diikutii 20 orang peserta perwakilan penerangan dari satuan Kodim jajaran Korem 011/Lilawangsa.

Lebih lanjut Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro mengatakan, kegiatan penerangan diarahkan untuk memperoleh pandangan atau opini positif dari masyarakat serta pemahaman yang komprehensif dari prajurit tentang kebijakan Kodam Iskandar Muda  khususnya Korem 011/Lilawangsa sehingga menghasilkan produk-produk yang membangun opini positif.

"Melalui penataran ini para peserta akan dibekali berbagai materi antara lain pengenalan medsos, release berita, tehnik penulisan berita, fotografi jurnalistik dan editing video, sehingga nantinya  para peserta dapat memiliki pemahaman dan pengetahuan terhadap tugas-tugas penerangan serta mampu mempublikasikan secara tepat. Oleh karena itu, diharapkan para peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan sebaik-baiknya, gunakan kesempatan ini sebagai wahana untuk menempa diri, memperluas pengetahuan, lakukan tukar menukar pengetahuan dan pengalaman antar peserta, maupun dengan pemateri, sehingga mampu menyerap berbagai ilmu penerangan yang diberikan", harapnya.

Danrem menyebutkan, bahwa penataran jurnalistik yang dilaksanakan selama tiga hari ini memang tidaklah cukup untuk menjadikan peserta menjadi jurnali professional, akan tetapi dengan kemauan keras, ketekunan  dan kesungguhan hati para pemateri, begitupun peserta penataran nantinya dapat menghasilkan berita, video dan hasil fotografi yang bisa dinikmati masyarakat.

Menurut Danrem, karya fotografi yang berkualitas akan dapat mengungkap banyak berita meskipun tanpa kata-kata. Begitu juga sebaliknya, karya fotografi dapat mengurangi nilai suatu berita apabila hasil gambar hanya bernilai biasa tanpa makna.
KOMENTAR