Pengabdian Prajurit TNI Membangun Desa

author photoRedaksi
19 Mar 2021 - 21:14 WIB

Pembangunan jalan lintasan Gampong Alue Limeng menuju Gampong Cot Meugoe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, warga kini bisa lebih merasakan nikmatnya kemerdekaan melalui TMMD Reguler ke 110 Kodim 0111 Bireuen.


Ini karena sejak puluhan tahun, mereka belum pernah merasakan kemudahan akses jalan, seperti di daerah lain. Hidup di tengah areal perkebunan sawit dan pinang, infrastruktur jalan yang ada selama ini sangat memprihatinkan. Berkubang di saat hujan, dan berdebu di musim kamarau.

Hingga akhirnya, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 110 tahun 2021 bergulir di sana. Warga pun kini bisa Senyum dengan lengah. Jalan mereka sudah relatif bagus meski belum teraspal. Kodim 0111/Bireuen telah melakukan pembukaan dan pengerasan jalan di kawasan itu.

Tanah dan Lumpur Lahan Pengabdian
Sebelum pembukaan, telah digelar Pra TMMD 110 sejak tanggal 17 Februari. Komando Distrik Militer (Kodim) 0111/ Bireuen memulai pembukaan jalan Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa.

Desa Alue Limeng merupakan kawasan Terisolir. Jalannya masih berkonstruksi tanah. Akses jalan terbilang sulit. Semak belukar dan kubangan lumpur kala musim hujan menjadi kendala utama yang dihadapi warga untuk menempuh ke pusat pemerintahan Bireuen. yang memerlukan beberapa jam sampai di pusat pemerintahan Kabupaten Bireuen. Kalau dulu kami harus menempuh jarak 25 km ke Kecamatan Jeumpa sekarang hanya sekitar 11 km, jadi pembangunan jalan ini sangat membantu masyarakat,"

Tak jarang jika musim penghujan tiba, sekolah diliburkan karena  para guru susah menempuh rute jalan berlumpur penuh kubangan. Begitu juga petugas medis yang ditempatkan di sana.

Pekan lalu, sejumlah awak media turut serta ke lokasi pembangunan jalan di Alue Limeng. dengan jalan yang berdebu karna musim kemarau Setiba di lokasi, dengan senyum warga menyambut para anggota satgas TMMD Setelah meneguk nya, satu pleton personel satgas bergegas menuju lokasi pekerjaan.

Bersama warga yang tanpa perlu dikomandai, pengerjaan pembukaan jalan itu berlangsung cepat. Dan di bantu alat berat.

Gelak tawa lewat banyolan kocak sesekali terdengar di antara mereka. Meski keringat mulai bercucuran. TNI dan rakyat membaur tanpa sekat pangkat dan jabatan.

Di ujung jalan, yang bisa terhubung ke kawasan, tampak alat berat terus bekerja. Derunya terdengar keras. Pembukaan dan pengeresan jalan terus berlangsung di tengah 'gagahnya' mentari.

"Ini bagai mimpi. Berpuluh tahun kami hidup terasa asing akibat susahnya akses jalan. Kini, TMMD ada, kami 'merdeka' tak lagi seperti anak tiri dalam hal pembangunan," Yusuf M Daud (52), Kepala Desa Alue Limeng, mengawali pembicaraan.

Menurutnya, semenjak pembangunan jalan di masa pra dan pelaksanaan TMMD, mulai terasa bagi masyarakat. Biasanya, untuk mengangkut hasil pertanian seperti getah karet, petani harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar upah transportasi.

"Biasanya ongkos angkut sampai Rp 250 ribu. Itu pakai sepeda motor. Karena mobil sudah tidak bisa lewat. Sementara harga jual getah tak sebanding dengan ongkos tadi," papar pemuda berkulit sawo matang ini.


TMMD bagi warga Alue Limeng, ibarat sebuah ilham. Dalam rentang waktu singkat, pembukaan jalan sepanjang 10 Km bisa terlaksana. Sehingga membuka akses bagi semua lini kehidupan masyarakat, terumata moda transportasi.

"Itu awalnya bapak-bapak TNI berkubang dengan lumpur saat awal membuka jalan ini. Kami membantu sebisanya. Sekarang jalan sudah cukup bagus. Mau kemana saja sangat mudah. Anak sekolah usia SMP dan SMA yang harus ke desa tetangga sangat gampang sekarang," urai Yusuf M Daud, sekarang, hitungan menit sudah sampai dengan menggunakan sepeda motor. Ini semua berkat pengabdian TNI melalui TMMD 110.

"Dulu susah sekali jalan kami. Sekarang Alhamdulillah. Terima kasih bapak TNI, Pak Danpos, Pak Dandim yang telah membangun jalan ini," sebut bu Farimah

Yang setiap harinya berjalan kaki sekarang sudah bisa menaiki sepeda dan anak sekolahpun dengan senyum manis sambil mendayung sepeda; terimakasih bapak Tentra. Kini, setelah jalan bagus, sejumlah warga tak lagi khawatir tak bisa mengakses kedesa yang lain. Keterlibatan masyarakat

Senja tiba. Usai bekerja membangun jalan, personel satgas dan warga beristirahat sejenak. Selepas itu, mereka kompak berolahraga. Beberapa menuju lapangan bola denag canda tawa keakraban semakin kompak.

Selama di lokasi TMMD, personel satgas karib dengan warga sekitar. Bergotong royong, salat berjamaah hingga olahraga. Lain itu, terdapat seorang orangtua asuh. Farimah namanya. Wanita 50 tahun ini, bertugas mempersiapkan menu makanan bagi personel satgas.

Ketika pulang dari kebun, Farimah ditemani prajurit TNI. Kurniawan, Prajurit Dua (Prada) yang tampak menemani ibu asuhnya pulang dari kebun sambil membawa barang bawaannya.

Bagi Prada Kurniawan, membantu Farimah membawa barang bawaannya sama halnya berbakti kepada orantua nya. Selain, membangun kedekatan dan merajut kebersamaan antara TNI dan rakyat. Sebagaimana arahan komandan nya, agar TNI selalu berada di tengah rakyat sesuai motto "Bersama Rakyat, TNI Kuat."

Keterlibatan masyarakat selama TMMD menang cukup signifikan. Semua kegiatan terus bersama antara TNI dan rakyat. Tidak hanya membangun jalan dan membangun rumah RTLH juga dibangun secara bersama.

Termasuk, apa yang dilakukan saat TMMD adalah usulan masyarakat melalui pemerintah desa setempat yang ditujukan kepada Kodim 0111/Bireuen.

Pembukaan TMMD ke-110.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 tahun 2021, serentak dimulai pada 2 Maret hingga 2 April 2021. Untuk Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, hanya tiga Komando Distrik Militer (Kodim) yang melaksanakannya, yakni Kodim 0111/Bireuen, Kodim 0101/BS dan Kodim 0107/Aceh Selatan.

Kemanunggalan TNI terus terlaksana, meski wabah virus Covid-19 telah meresahkan seantero jagad. Virus yang bermula di Negeri Tirai Bambu ini telah menyebar keseluruh penjuru bumi, termasuk Indonesia. Langkah pencega han dilakukan pemerintah. Termasuk meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan keramaian.

Atas dasar itu pula, upacara pembukaan TMMD Reguler ke-110 di jajaran Komando Distrik Militer (Kodim/0111) Bireuen, Korem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda, di buka dengan seder hana di halaman pendopo Bupati Bireuen sesuai petunjuk dan arahan dari komando tertinggi.

TMMD Regular ke 110  Kodim 0111/ Bireuen dipusatkan di tiga desa dalam lingkup Kecamatan Jeumpa, yakni gampong Alue Limeng Cot Mougo dan desa Mon Mane Bakti prajurit ini terbagi dalam dua kegiatan utama, yakni pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk kegiatan fisik terdiri dari pembuatan dan pengerasan jalan sepanjang 10.000 x 5 meter serta satu unit rumah RTLH.

Kegiatan non fisik terdiri dari penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, sosialisasi ketahanan dan bela Negara, penyuluhan narkoba.

Kegiatan TMMD yang dahulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD) merupakan program berkesinambungan yang melibatkan para pihak di antaranya, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, unsur akademisi, mahasiswa dan masyarakat ini, memiliki sasaran pembangunan berbasis desa.

"TMMD ini adalah pesta rakyat. Di mana semua pihak terlibat. TNI bersama rakyat bahu-membahu membangun desa yang mendapat dukungan penuh Pemerintah daerah dan kepolisian," ujar Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Zainal Abidin Rambe, S.Sos.

Lain itu, Dandim sangat berterima kasih atas segala dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen dan segenap unsur terkait lainnya. Bukti sinergisitas antara institusi terwujud lewat TMMD ini.

"Terima kasih dukungan Pak Bupati Bireuen. Demikian pula seluruh jajaran Kodim yang telah tulus ikhlas bekerja menyukseskan TMMD 110 ini," pungkas Letkol Inf Zainal Abidin Rambe,S.Sos.(Penulis. M.Sulaiman)
KOMENTAR