Dengan TMMD, Prajurit TNI "Memerdekakan" Warga dari Keterisoliran

author photoRedaksi
19 Mar 2021 - 21:15 WIB

Sudah delapan belas hari lamanya prajurit TNI di salah satu Desa paling ujung di Kecamatan Jeumpa Bireuen. Program dilaksanakan dengan fokus utama pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 10 Km, namun program sosial pun mengiringi, berupa pembangunan rumah, pengecetan tempat ibadah dan pesantren, tak lupa pula penyuluhan bahaya narkoba.


Kegiatan pengerjaan yang terus berlanjut, pada sudut pandang warga Desa Alue Limeng, menilai dengan kehadiran program TMMD Reguler Ke-110 Kodim 0111/ Bireuen TA 2021, telah memberikan manfaat secara langsung di tengah-tengah mereka, kini peningkatan perekonomian semakin meranjak, galak tawa sesekali terdengar di antara mereka dalam obrolan, meski peluh mulai bercucuran, prajurit TNI dan rakyat membaur tanpa sekat.

Keakraban terjalin, kekuatan emosional pun terbangun, nilai sosial kegotong-royongan yang sudah memudar dimunculkan kembali, tak salah program TMMD menjadi salah satu mediator perekat hubungan sosial warga dan pembangunan.

Peningkatan ekonomi masyarakat petani Alue Limeng, kini telah dirasakan dengan kehadiran Program TMMD, tidak hanya dengan kegiatan pembangunan sarana Jalan dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), juga dengan terbukanya akses jalan, sehingga memudahkan masyarakat petani mengangkut hasil panen.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita tak luput dari perhatian Satgas TMMD, guna pencegahan stunting dan perbaikan gizi, umumnya kaum perempuan di Alue Limeng ikut suami bertani di kebun. Sehingga perlu diberikan edukasi tentang peran ibu dalam keluarga begitu vital, pentingnya merawat anak dan menjaga kesehatan keluarga.

Sebagai bentuk rasa memiliki jalan yang sedang dikerjakannya, warga Alue Limeng turut andil membantu dalam penyelesaian program fisik pada TMMD tersebut.

Kepala Desa Alue Limeng, Yusuf M Daud (52), menuturkan dalam keseharian, TNI dan masyarakat di lokasi terlihat tidak ada sekat dan perbedaan status jabatan.

"Ini bagaikan mimpi. Berpuluh tahun kami hidup tanpa ada akses jalan yang memudahkan mengakut hasil panen kebun. Namun kini, setelah TMMD hadir, asa kami bangkit, tidak di anak tiri dalam pembangunan," imbuh Yusuf M Daud, saat ditemui awak media ini, Kamis 18 Maret 2021.

Menurutnya, semenjak pembangunan jalan di masa pra dan pelaksanaan TMMD, sudah mulai terasa manfaat bagi masyarakat, kebun pertanian warga sudah memiliki akses yang menembus ke Desa Cot Meugo.

"Biasanya untuk mengangkut hasil pertanian seperti getah karet, jagung, kelapa, petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar upah transportasi karena tak ada jalan," ujar Yusuf M Daud mengisahkan kesulitan masyarakat selama ini.

Sementara Ketua Pemuda Alue Limeng,  Ilham menyampaikan kehadiran TMMD telah membuka "kemerdekaan" dalam kehidupan masyarakat pelosok dalam memasarkan hasil kebun.

Ilham berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen untuk melanjutkan pembangunan jalan menjadi hotmix, sehingga semakin memudahkan perekonomian masyarakat dalam budidaya pertanian dan menjual hasilnya.(Penulis M.Sulaiman)
KOMENTAR