Tidak Sesuai Adat dan Syari'at Islam, Pemuda Bireuen Minta MAA Perhatikan Walimah di Aceh

author photoM. Sulaiman
4 Okt 2020 - 10:58 WIB

BIREUEN- Pelaksanaan walimah atau pesta perkawinan di Aceh di nilai sudah sangat melenceng dari adat dan syari'at islam di Aceh. Hal ini di buktikan dari postingan foto di berbagai tempat atau daerah yang ada di Aceh saat pelaksaan acara resepsi pernikahan.

Selain Walimah, penyimpangan ini sudah muncul mulai dari acara Tunangan dan Pernikahan. Bermacam ragam tata cara pelaksanaan nya yang dilakukan oleh kedua pihak pengantin untuk memeriahkan acaranya dan sudah tidak lagi sesuai dengan adat istiadat yang ada di Aceh.

Bentuk acara, dekorasi, dan pakaian yang digunakan sudah melenceng sehingga nilai adatnya sudah pudar. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat saat ini tentang adat istiadat Aceh, kurangnya kecintaan, dan kurangnya perhatian dari pihak yang berkaitan seperti Majelis Adat Aceh (MAA).

Ziaul Fahmi salah seorang pemuda Bireuen mulai menyoroti kegiatan-kegiatan pelaksaan ini dan merasa sedih karena nilai adat dan budaya Aceh sudah mulai memudar di dalam kehidupan masyarakat Aceh saat ini, sebutnya kepada Media ini Minggu 4 Oktober 2020.

"Saya melihat postingan foto dan juga pernah melihat langsung pelaksaan acara tunangan, pernikahan, hingga resepsi pernikahan di Aceh yang sudah melenceng dari adat Aceh, mulai dari pakaiannya, dekorasi tempatnya, hingga pelaksaannya sudah dibuat modern menurut keinginan hati pihak pelaksana acara tersebut".

Ziaul juga menambahkan, para perias dan penyewa pelaminan juga sudah tidak lagi mengutamakan adat-adat Aceh, dari segi alat-alat atau aksesoris, warna, dan berbagai hal lainnya sudah banyak di ubah dari aslinya.

"Bentuk pelaminan, warna, dan baju pengantin sudah sangat banyak di permak seenak hati para desainer atau penyewa alat-alat acara tersebut".

"Saya berharap Majelis Adat Aceh lebih memerhatikan kondisi adat saat ini, dan mencegahnya supaya adat Aceh tidak makin pudar, dan identitas Aceh tidak hilang".

Selain itu Ziaul juga berharap MAA mengadakan seminar atau memberikan pemahaman khusus kepada seluruh penyedia pelaminan dan baju adat Aceh tentang bagaimana adat Aceh sesungguhnya dan bertindak tegas dalam menyelamatkan adat istiadat Aceh.(MS)
KOMENTAR