Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Polres Pidie Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa Di Menara Water Lading Berusia Ratusan Tahun

author photoRedaksi
17 Agu 2020 - 18:48 WIB

THE ATJEH NET, BANDA ACEH - Dalam rangka menyambut Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, jajaran TNI/Polri dan Satpol PP di Kabupaten Pidie mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di atas Water Lading yang berusia ratusan tahun dan peninggalan Belanda di Gampong Blok Bengkel Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Rabu (12/8).

Demikian Kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Ery Apriyono, S. I. K., M. Si, dalam siaran persnya, Senin (17/8).

Kegiatan itu dihadiri Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian,S.I.K.,M. H, dan sejumlah pejabat TNI, Satpol PP dan personel Polri, TNI dan Satpol PP lainnya, sebut Kabid Humas. 

Dikatakan Kabid Humas lagi, dalam kesempatan itu Kapolres Pidie mengatakan, aksi ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Sudah sekian lamanya menara ini masih kokoh dan  ini merupakan kedua kalinya Bendera Merah Putih berkibar diatas Water Lading tersebut. 

Kapolres Pidie menyebutkan lagi, Hut  ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia  semakin dekat. Bendera dan pernak-pernik Merah Putih menghiasi Kota Sigli, baik di perumahan warga dan kantor-kantor Pemerintah maupun swasta. Salah satunya adalah Bendera Raksasa yang dikibarkan di atas Water Lading Peninggalan Belanda, ujar Kabid Humas. 

"Meski di masa pandemi, kami berinisiatif untuk memasang bendera raksasa ini, dimana kebetulan ada Water Lading yang sudah tidak dipakai waktu zaman dahulu kala, Jadi kami manfaatkan untuk pasang bendera saja," sebut Kapolres Pidie yang dikuti Kabid Humas.

Mengenai sejarah Menara Water Lading kini sudah berusia lebih dari seratus tahun yang terletak di jantung Kota Sigli Kabupaten Pidie, dulu pernah dikibarkan Bendera Merah Putih saat menyambut Kemerdekaan RI pada tanggal 26 Agustus 1945, sebut Kabid Humas. 

Kemudian Bangunan Menara Water Lading tersebut juga sebagai bukti sejarah yang kini masih berdiri kokoh dan bangunan itu juga selamat saat Aceh dilanda gempa dan Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 lalu, kata Kabid Humas lagi.
KOMENTAR