Survei: Publik Lebih Ingin Sekolah Dibuka daripada Mal

author photoRedaksi
27 Jul 2020 - 17:05 WIB

JAKARTA - Survei yang dilakukan Cyrus Network menyebutkan bahwa publik lebih ingin sekolah dibuka bertahap dibandingkan mal. Sekolah menempati peringkat dua persepsi publik soal sektor publik yang dibuka secara bertahap, sedangkan mal dan pusat perbelanjaan berada di peringkat tujuh. 

CEO Cyrus Network Eko Dafid Afianto mengatakan persentase publik yang setuju dan sangat setuju agar sekolah mulai dari tingkatan TK, SD, SMP, SMA dibuka secara bertahap mencapai 80,2 persen. Ia menambahkan pembukaan sekolah ini memiliki skor 7,44 atau publik setuju jika sekolah segera dibuka secara bertahap.

"Angka ini lebih tinggi dibandingkan keinginan publik setuju dibukanya mal atau pusat perbelanjaan yang hanya mendapat skor 6,63," ujar Eko saat merilis hasil survei nasional Cyrus Network tentang Penilaian Publik terhadap penanganan Dampak Covid-19 secara virtual, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, sedangkan angka responden yang menjawab tidak setuju sekolah segera dibuka yakni 14,8 persen dan lima persen sangat tidak setuju. "Ini menarik, persetujuan publik jika sekolah TK, SD SMP, SMA, 54,1 persen sangat setuju, 26,1 setuju artinya 80 persen jika dijumlahkan setuju dan sangat setuju, ini bisa jadi pertimbangan Mas Nadiem (Makarim, menteri pendidikan dan kebudayaan)," katanya.

Urutsan sektor yang sebaiknya dibuka secara bertahap, yakni kantor layanan pemerintah khususnya terkait pengurusan perizinan dan pencatatan sipil menempati urutan pertama dengan jumlah 91,6 persen respon setuju dan sangat setuju. Untuk pembukaan kantor layanan pemerintah ini juga mendapat skor 7,89 atau sangat setuju.

Urutan selanjutnya yang publik setujui segera dibuka bertahap ialah perkantoran dengan skor 7,44 atau setuju. Lalu, perguruan tinggi dengan skor 7,37 atau hampir 78,8 persen setuju.

Kemudian, publik juga menyetujui pembukaan restoran dan warung makan tradisional dengan skor 7,37. Setelah itu, pertokoan nonkebutuhan pokok dengan skor 7,35, serta mal dan pusat perbelanjaan dengan skor 6,63, tempat rekreasi wisata dengan skor 6,43, dan terakhir kegiatan pesta warga dengan skor 6,42.

"Yang nomor tujuh ini (pembukaan mall dan pusat perbelanjaan) justru sudah dibuka meskipun jumlah persetujuan publik terhadap pembukaan sektor ini di bawah pembukaan kantor layanan pemerintah dan sekolah," katanya.

Cyrus Network melakukan penilaian publik terhadap penanganan Covid-19, salah satunya persetujuan pembukaan sektor-sektor publik secara bertahap. Survei dilakukan terhadap 1.230 responden yang dilakukan periode 16-20 Juli 2020.

Survei Cyrus Network ini dilakukan secara tatap muka dengan protokol kesehatan dari 16-20 juli 2020. Survei menggunakan metode two stage sampling dengan jumlah 1.230 responden yang tersebar 123 desa di 34 provinsi. [Rol]
KOMENTAR