Teuntra Rusia Kecam Yunan Nasution

author photoHasan Basri
12 Jun 2020 - 21:47 WIB

ACEH TIMUR - Panglima Sagoe Julok Cut, Yuswanda atau Teuntra Rusia mengecam keras pertanyaan Yunan Nasution yang mengatakan bahwa GAM meresahkan Masyarakat. 

Menurutnya Pernyataan Yunan itu sangat menyakitkan hati para kombatan GAM yang saat ini sudah hidup damai pasca MOU Helsinki bersama rakyat Aceh. 

"Jika tidak mengerti arti sebuah perjuangan, jangan mengeluarkan bahasa yang menyakitkan kami para kombatan GAM, karena kami tahu bahwa kamu bukan orang Aceh, dan kamu tidak pernah merasakan apa yang kami rasakan, manis pahitnya sudah kami rasakan, banyak rakyat yang menjadi korban, jadi saya ingatkan tolong jaga mulut mu" Kecam Teuntra Rusia. 

Dia juga meminta kepada para kombatan GAM khususnya Wilayah Peureulak (Aceh Timur) untuk menahan diri dari segala hinaan dan cacian," Kawan-kawan tolong tahan diri jangan berbuat hal-hal yang melanggar hukum, saya menyadari betapa sakitnya kita dicaci dan dihina tapi tolong jaga keamanan dan perdamaian " Sambung Teuntra Rusia. 

Sebagai mantan GAM,  dirinya juga mengajak para mantan kombatan untuk menjaga barisan dan terus menjaga perdamaian Aceh yang saat ini sudah terjaga dengan baik. 

"Jaga barisan, jangan digoyahkan dengan oknum-oknum yang hanya mencari sensasi "lhap darah" setelah perdamaian Aceh. kita orang Aceh orang yang setia terhadap bangsa dan negara, dan jika bukan rakyat Aceh "tolong jaga mulut" untuk menyakiti kami rakyat Aceh" Imbuhnya lagi. 

Menurutnya, Yunan Nasution harus bertanggung jawab atas pernyataannya, dan harus mengklarifikasi apa maksud dan tujuannya itu hingga melontarkan pernyataan yang menyakitkan hati kami para kombatan GAM ban sigom Aceh. 

"Coba kamu klarifikasi apa maksud mu itu, dan tolong tanggung jawab karena kamu sudah menyakiti hati kami mantan kombatan, dan tolong ingat kami siap dalam bentuk apapun sesuka kamu" Tandas Panglima Sago Julok yang juga anak dari mantan seorang pejuang GAM masa 76. (Basri) 

Teks Foto: Yuswadan alias Teuntra Rusia.
KOMENTAR