Anggota Dewan Sidak Pertamina Lhokseumawe, Laporkan Kecurangan Distribusi

author photoBphat Umar
1 Apr 2020 - 17:59 WIB

LHOKSEUMAWE -- Lima anggota legislatif dari partai lokal mendatangi kantor Pertamina di Hagu Teungoh, Lhokseumwe, Selasa (31/3/20). Anggota dewan terhormat melakukan sidak ke perusahaan negara tersebut melaporkan sejumlah dugaan kecurangan pihak SPBU.

Hadir dalam pertemuan yakni anggota DPRK Aceh Utara H. Jirwani (PA), Sofyan Hanafiah (PNA), Al Ghazali (SIRA) serta anggota DPRK Lhokseumwe, Azhari (PA). Turut mendampingi anggota DPRA Muslim Syamsuddin dari Partai SIRA.

Kunjungan ini dalam rangka melihat kesiapan Pertamina dalam menangani wabah Corona dan persiaoan stok BBM jelang bulan Ramadhan.

Anggota legislatif disambut langsung oleh kepala pemasaran pertamina Lhokseumawe Bunair dan Sales Representatif Hendra Sembiring. Pertemuan selama kurang lebih 30 menit tersebut berlangsung alot, dimana anggota dewan melaporkan dugaan praktek kecurangan yang dilakukan pihak SPBU.

Anggota DPRK Aceh Utara H. Jirwani atau Nek Jir melaporkan dugaan praktek curang SPBU di wilayah Aceh Utara. Nek Jir menyebut Pertamina kurang pengawasan terhadap distribusi BBM jenis premium. 

Hasil temuan pihaknya, di beberapa SPBU, BBM jenis premium dijual pukul 3 atau pukul 4 pagi. Masyarakat tak pernah mendapatkan minyak bersubsidi di SPBU, akan tetapi mendapatkan di Pertamini atau lapak penjual bensin (premium) eceran.

Selain itu, Nek Jir mengungkapkan bahwa dirinya dapat membuktikan praktek pembongkaran minyak oleh armada pertamina berlangsung pada malam dinihari. 

"Masyarakat membeli bensin dengan harga Rp10 ribu. Kenapa? Karena mereka tidak mendapatkan bensin di SPBU. Tapi dapat di tempat eceran. Sementara premium di SPBU dijual kepada pengusaha-pengusaha pada subuh hari. Saya nilai Pertamina tidak ada pengawasan" kata politisi Partai Aceh ini.

Senada dengan Nek Jir, Anggota DPRK Lhokseumwe Azhari bahkan mengajak pimpinan Pertamina untuk melihat langsung praktek culas oknum SPBU. Ia menyebut apa yang dilaporkan Nek Jir juga terjadi di SPBU dalan wilayah Kota Lhokseumawe.

"Boleh kita coba cek sama-sama pak. Karena jarak tempat tinggal saya di Banda Masen ke SPBU yang melakukan praktek kecurangan itu hanya sekitar 10 menit. Kita bisa lihat sama-sama, minyak bensin dijual pada pukul 2 hingga pukul 4 pagi," kata Azhari.

Menanggapi hal ini Kepala Pertamina Lhokseumawe, Bunair memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan. Ia menyebut seluruh proses pengangkutan atau pengiriman minyak ke SPBU itu dilakukan paling telat pukul 20:00 WIB.

"Saya sedikit heran jika minyak dibongkar di SPBU Aceh Utara dan Lhokseumawe itu berlangsung pada dinihari, karena jarak Aceh Utara itu dengan kita dekat. Pengangkutan terakhir itu pada pukul 8 malam. Nanti akan saya minta cek" kata Bunair.

Selain itu, Bunair memastikan stok BBM untuk masyarakat di wilayah pemasaran Pertamina Lhokseumawe masih dalam kondisi aman. Seperti ketersediaan premium yang mencukupi untuk 7 hari ke depan, Pertamax 11 hari ke depan serta pertalite dan solar yang masih tersedia hingga akhir pekan ini.
KOMENTAR