Kapolda Aceh Pimpin Pemusnahkan 25 Hektar Ladang Ganja di Gayolues

author photoKamsah
4 Mar 2020 - 19:44 WIB

BLANGKEJEREN - Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil, memusnahkan sedikitnya 25 Hektar ladang Ganja yang bertempat di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Rabu, (04/03/2020).

Pemusnahan ladang Ganja tersebut, dipimpin langsung Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil didampingi Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dan Kapolres Gayo Lues AKBP Rudi Setiawan. S.I.K, M,SI serta jajarannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil. (Kapolda Aceh), Kombes POL Dedy Irianto, S.H., M.H. (Karoops), Kombes POL Rudy Ahmad Sudrajat, S.I.K., M.H. (Dirresnarkoba), Akbp Brury Soekotjo Adhyakso Putro, S.I.K. (Wadansatbrimob), Brigadir Habibi (BA Bidhumas), dan Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru

Hal itu diungkapkan Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil didampingi Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, seusai melaksanakan Sholat Zuhur di Pendopo Bupati Gayo Lues. Rabu, (04/03/2020), sekira pukul 14.00 WIB.

"Seluas 25 hektar ladang ganja kita musnahkan dan satu orang tersangka sudah kita amankan," ucap Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada.

Pemusnahan bukan sekedar memberantas ganja tetapi bagaimana pengalihan petani dari menanam ganja ketanaman yang bernilai ekonomi lainya.

Kapolda mengajak petani yang dulunya menanam ganja dan kini beralih ketanaman lain.

Ia juga menegaskan  akan terus memberantas tanaman Ganja diseluruh Aceh sesuai dengan peraturan.

Sementara Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru dalam press release mengatakan, kami terus melakukan pembenahan terhadap masalah penaman narkotika jenis Ganja tersebut. Pasalnya, siapapun yang terlibat dengan Ganja akan dipenjara, tentu sangat merugikan diri kita.

"Pembenahan dilakukan dengan cara, mensosialisasikan tanaman yang menjanjikan kepada masyarakat, seperti tanaman Kopi, tanaman Serai Wangi dan berbagai tanaman komoditi lainnya sebagai bekal masa depan yang lebih baik daripada menanam Ganja," ujar H. Muhammad Amru. (Kamsah Galus)
KOMENTAR