T H M Sulaiman Shah : Jejak Teuku Moehammad Hasan Terus Melekat Adat Istiadat dan Budaya Aceh Bernuansa Syariat Islam

author photoRedaksi
28 Jan 2020 - 20:04 WIB

THE ATJEH NET, BANDA ACEH - Mantan Ketua Yayasan Pembangunan Serambi Mekkah Banda Aceh, T H M Sulaiman Shah menyampaikan, adat istiadat dan budaya Aceh sangatlah melekat hingga sekarang baik kalangan generasi muda bahkan usia tua, sebagaimana kalimat titah atau pesan Raja Iskandar Muda setelah memancung putera mahkota dengan Bahasa Aceh "Mate Aneuk Meupat Jeurat, Gadoh Adat Pat Tamita?!" artinya Mati Anak Ada Tempat Kuburan, Mati Adat Dimana Kita Cari.

"Sejarah Aceh sejak dulu hingga sekarang sudah memiliki berbagai macam ragam tradisi adat istiadat dan seni budaya yang bernuansa Syariat Islam menjadi keistimewaan tiap-tiap daerah yang ada di Provinsi Aceh," ujarnya Ayahanda Sulaiman Shah usai berlangsungnya Wisuda Sarjana Serambi Mekkah Banda Aceh XXXI di Aula Gedung AAC Dayan Dawood, (Selasa 28 Januari 2020).

Ayahanda Sulaiman juga menyampaikan, setiap kerajaan memiliki turunan yang tidak terlepas dengan silsilahnya bersifat budaya karena Negara Republik Indonesia awal dulunya didirikan oleh Teuku Moehammad Hasan Asal Kabupaten Pidie, Aceh adalah Gubernur Wilayah Sumatra yang pertama setelah Indonesia merdeka yang selanjutnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 hingga tahun 1949 hingga tutup usia umur 91 tahun  sebagai salah satunya tokoh perjuangan yang tergabung dalam Kabinet Darurat.

"Pada tanggal 22 Agustus 1945 sejak saat itu, Sumatera memang belum terbagi menjadi beberapa Provinsi dan Wilayah sehingga Moehammad Hasan dipercaya Soekarno selaku Presiden RI menjadi pemimpin administrasi di Pulau terbesar keenam di dunia hingga 1948," katanya.

Ayahanda Sulaiman menambahkan, Moehammad Hasan selama masa orde baru terkesan menjauh dari hingar bingar politik sehingga memutuskan kembali ke dunia pendidikan dengan merintis pendirian Universitas Serambi Mekkah di Banda Aceh pada 21 Maret 1984.

"Republik Indonesia sebagai NKRI harga mati dalam pangkuan ibu Pertiwi dengan adanya suatu penobatan yang ada di Aceh tentunya juga merupakan Budaya, tetapi jangan pernah ada mengeluarkan sepotong katapun untuk melawan suatu Negara karena haram hukumnya," ungkapnya.(Ulan)
KOMENTAR